Bantul, al-imdad.org- Rangkaian acara Hari santri Kabupaten Bantul sudah dimulai sejak tanggal 20 Oktober 2019, rangkaian acara diawali dengan Roan Akbar dengan yang diadakan serentak mulai jam 06.00 WIB di berbagai tempat di Kabupate Bantul. Bakti Sosial Santri di aliran Sungai Winongo, di berbagai Pasar Tradisonal, sepanjang Pantai Samas dan maqam para ulama. “Untuk Bakti Sosial Santri, ada beberapa jenis kegiatan diantaranya para santri sekitar seribu santri bersama saya ‘nyemplung’ ke Sungai Winongo untuk membersihkan sampah-sampah,” kata Wabup Bantul, Bapak Abdul Halim Muslih. Di Pondok Pesantren Al-Imdad sendiri juga diadakan Roan Akbar yang dilaksanakan serentak di kedua kompleknya, yaitu Al-Imdad putri komplek 1 dan Al-Imdad putra komplek 2.

 

WhatsApp Image 2019 10 20 at 11.07.12

 

 Kemudian rangkaian puncak acara berlanjut pada Hari Selasa, 22 Oktober 2019 dengan dilaksanakan dengan kegiatan apel bersama santri yang diadakan di Lapangan Paseban Bantul yang dibuka dengan penampilan drama kolosal “Mencari Merah Putih” oleh Teater Kopyah, naskah karya Iwan Rs. Apel dipimpin oleh Bupati Bantul Drs. H. Suharsono dan dihadiri oleh Para Kyai, Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, jajaran Fokopimda, kepala OPD, BUMN/BUMD, dan Santri serta Warga Bapak Wabup mengatakan, santri harus punya sikap patriotisme dan nasionalisme yang tinggi. Semua itu untuk kedaulatan bangsa dan kesatuan bangsa tercinta Indonesia.

IMG 2552

IMG 2621

Abdul Halim Muslih mengatakan itu dihadapan ribuan santri pada apel bareng peringatan Hari Santri di Lapangan Paseban, Kabupaten Bantul, Selasa (22/10). Puncak peringatan Hari Santri se Kabupaten Bantul ini diikuti kurang lebih 15.000 santri dari berbagai pondok pesantren di Daerah Bantul.

Puncak peringatan Hari Santri Nasional 2019 di Kabupaten Bantul tersebut mengambil tema 'Santri Indonesia Untuk Perdamaian Dunia', dihadiri pejabat Organisasi Perangkat Daerah (OPD), tokoh NU serta Forkompimda Kabupaten Bantul.

Beliau juga menekankan, adalah adanya penyebaran pandangan transnasional utamanya radikalisme dan terorisme. ''Jadi memang perlu adanya sebuah kurikulum terkait dengan cinta tanah air harus direalisasikan dan tidak hanya wacana, karena gerakan radikalisme sudah menyusup ke segala sendi-sendi kehidupan bangsa,'' katanya.‎

Koordinator Relawan Hari Santri Nasional Bantul, Bapak Atthobari Humam yang juga Ketua Yayasan Pondok Pesantren Al-Imdad, mengatakan hari santri tahun ini mengusung tema 'Santri Indonesia untuk Perdamaian Dunia'.

Menurut beliau, perdamaian saat ini menjadi isu yang sangat penting ditengah gejolak konflik yang terjadi di negara-negara tetangga, terutama di negara timur tengah.

Indonesia sendiri merupakan negara dengan jumlah penduduk Muslim terbesar.

Namun, menurut beliau masyarakatnya dapat hidup rukun dan damai.

"Semangat kedamaian itu yang kemudian kita tularkan demi perdamaian dunia. Dimana santri menjadi motornya. Santri diharapkan menjadi pelopor kegiatan untuk menciptakan perdamaian," kata dia.

Perayaan kirab budaya hari santri nasional di Kabupaten Bantul diikuti kurang lebih 15.000 santri.

            Mereka datang mengenakan sarung, baju putih, dan membawa bendera merah putih serta sejumlah atribut sebagai ciri khas pondok pesantren, dari Pondok Pesantren Al-Imdad sendiri ikut berpartisipasi dalam kirab tersebut dengan mengeluarkan berbagai armada, diantaranya Bregodo Raden Santri yang sudah terkenal dimana-mana, lalaran Al-Fiyyah Ibn Malik, Drumband, Maskot Garuda, Maskot Hanoman dan tidak lupa armada peduli sampah Pondok Pesantren Al-Imdad “Pasukan Semut” ikut meramaikan kirab.

Selain kirab Budaya, dikatakan Bapak Atthobari, rangkaian kegiatan hari santri nasional di Kabupaten Bantul, sebenarnya sudah berlangsung sejak tanggal 20 Oktober.

Dimana sebanyak 2.500 santri terlibat dalam aksi bakti sosial, membersihkan sungai Winongo, Pasar Pijenan dan makam para ulama.

Selain itu, yang menjadi pembeda dari tahun sebelumnya, pada perayaan hari santri nasional di Kabupaten Bantul tahun ini, menurut beliau, akan digelar expo santri.

Dimana masing-masing pondok pesantren, akan diberi stand untuk menampilkan potensi yang dimiliki.

Expo santri digelar di Ponpes Annur-Ngrukem selama tiga hari. Pada tanggal 23-25 Oktober 2019.

"Kemudian rangakaian puncak hari santri, akan ditutup dengan pengajian Akbar dan pentas wayangan. Tanggal 25 Oktober," ujar beliau.