PENGUMUMAN 

 

 

INFORMASI PENDAFTARAN SANTRI BARU PONOK PESANTREN AL-IMDAD TAHUN 2020/2021 

 
JADWAL PENDAFTARAN

 

JADWAL

GELOMBANG 3

GELOMBANG 4

Pendaftaran Online * 20 Mei – 30 Juni 2020

Tes **

30 Juni 2020

Pengumuman

3 Juli 2020

Daftar Ulang

3 Juli  - 15 Juli 2020

* Pendaftaran online dilakukan melalui website:

   * www.pendaftaranmts.al-imdad.id (UNTUK MTs)

   * www.pendaftaranma.al-imdad.id (UNTUK MA)

** Tes Akan dilakukan dengan Video Call

  

 
SYARAT PENDAFTARAN
  • Berusia maksimal 14 tahun (MTs) dan 17 tahun (MA)
  • Sehat jasmani dan rohani
  • Mengisi formulir pendaftaran (on line)
  • Menyerahkan Surat Keterangan Nomor Induk Siswa Nasional (NISN)
  • Membayar biaya pendaftaran Rp 150.000
  • Mengikuti Tes
  • Calon santri yang tidak lulus sekolah dianggap gugur

 

 
MATERI TES
  • Baca tulis Al-Qur'an
  • Tes potensi akademik
  • Wawancara Calon Santri
  • Wawancara Wali Calon Santri

 

 
BIAYA MASUK PERTAMA

 

Biaya Pesantren Tahun Pertama (Daftar Ulang)

Uraian

MTs

MA

Daftar Ulang

Rp 6.000.000

Rp 6.500.000

Jika tidak dapat melakukan pembayaran pada tanggal daftar ulang, maka peserta dianggap telah mengundurkan diri.

BIAYA BULANAN/ SYAHRIYYAH

Uraian

MTs

MA

Syahriyyah

Rp 475.000

475.000

* Pembayaran Syahriyyah dilakukan setiap Bulan melalui BRIVA BRI.

* Tambahan Uang Saku Santri : Bebas Dititipkan kepada Pengurus

  

 

 PERSIAPAN SEBELUM MENDAFTAR
 1. Siapkan NISN
 2, Siapkan Nomor Induk Keluarga (NIK)
 3. Siapkan File Scan Foto Calon Santri (Ukuran Maksimal 200 KB
 4. Siapkan Nomor HP Orang Tua.
 

 

ALUR PENDAFTARAN
 1. Membuat Akun dengan NISN - NAMA dan buat PASSWORD sendiri
 2. LOGIN / DAFTAR  dengan NISN dan Password telah dibuat
 3. Lengkapi data yang diminta dengan benar
 4. Simpan dan cetak Bukti Pendaftaran

DAFTAR MTS

KLIK DISINI

 

DAFTAR MA 

KLIK DISINI

 

Hubungi kami di :


Yusuf   :(085728685578)
Candra : (085743942656) Mts
Yayuk   :(085648030736) MA

 

 

 Arti Penting Akal

  

Setiap kemulian mempunyai dasar yang menjadi tempat berpijaknya untuk meloncat ke atas, melambung tinggi dan menarik perhatian. Kemulian yang didapatkan seseorang dalam hidupnya pastilah mempunyai titik awal, bisa dari usahanya sendiri, atau ia dapatkan dari warisan orang-orang sebelumnya yang ia lestarikan. Dan dasar untuk mencapai derajat kemuliaan, apapun wujudnya, adalah akal.

   Allah telah menjadikan akal sebagai hal pokok dalam agama Islam. Hal ini bisa kita ketahui dari bagaimana Allah mewajibkan amalan ibadah kepada seorang muslim yang telah sempurna akalnya, dan membebaskan orang yang tidak berakal -baik karena belum sempurna ataupun mengalami kerusakan karena sebab-sebab yang sifatnya medis- dari kewajiban melakukan ritual ibadah seperti sholat, puasa dan lain sebagainya.

   Dalam urusan duniawi pun, akal menjadi kunci kesuksesan setiap individu. Bagaimana seseorang mencapai sukses dan mendapatkan prestasi acap disebabkan oleh kemampuannya mengoptimalkan akal yang telah dianugerahkan Allah padanya. Keberhasilan seorang pengusaha dimulai dari bagaimana akalnya akan memutar modal usaha, mencari peluang, dan merangkul konsumen. Pun kesuksesan siswa dalam mencapai prestasi akademis pasti beriringan dengan usahanya memahami setiap mata pelajaran dengan daya pikir yang dihasilkan dari akal, karena jika hanya berbekal keinginan saja, tanpa upaya, sangat tidak mungkin seorang siswa bisa mencapai prestasi yang gemilang.

   Sayyidina Umar R.A pernah berkata bahwa : “Modal seorang laki-laki adalah akalnya,  kepribadiannya terletak pada agamanya, dan kehormatannya terletak pada etikanya.” Seorang sufi yang bernama Hasan Al-Bashri berpendapat bahwa seseorang yang oleh Allah telah diberi akal, maka suatu saat akal itu akan bisa menyelamatkannya. Begitu pentingnya peran akal dalam diri manusia, karena dengannya ia bisa membedakan mana yang baik untuk dirinya dan mana yang merupaka keburukan yang harus dihindari.

   Pertanyaan yang kemudian muncul adalah, apa sebenarnya yang disebut sebagai akal itu?

   Para ulama’ berbeda-beda dalam memberikan pengertian terhadap akal. Al-Mawardi, seorang ahli fikih dan hukum pemeritahan Islam, menyatakan bahwa makna kata akal yang benar adalah “pengetahuan pada hal-hal yang bisa terjangkau secara otomatis”. Dan akal terbagi menjadi dua kategori; yang pertama: dihasilkan dari pengalaman panca indra, seperti mengetahui warna dan rasa makanan, dan yang kedua: dihasilkan dari pengalaman jiwa.

   Imam Al-Ghazaly menyatakan bahwa akal sesorang akan terus berkembang dan mencapai titik puncaknya pada usia empat puluh tahun. Kita mendengar kabar tentang Rasulullah SAW yang menerima risalah pada usia tersebut, saat seorang manusia telah mengalami kematangan berfikir melalui tempaan pengalaman hidup. Itulah salah satu sejarah yang bisa menjadi argumen pernyataan Imam Al-Ghazaly di atas.

   Tentunya perkembangan akal juga melalui tahapan usia dan banyak terpengaruh oleh kondisi lingkungan di mana seseorang menjani hidup dan peristiwa-peristiwa yang ia alami. Oleh sebab itulah, merawatnya adalah sebuah hal yang selalu mendesak dilakukan. Dengan kesadaran tentang arti perting akal yang sedemikian pokoknya, diharapkan seorang manusia bisa menjadi pribadi yang bermartabat dan membangun peradaban yang mulia, menjadi khalifah di muka bumi yang menciptakan kebaikan demi kebaikan yang bermanfaat di berbagai sektor, apakah di pendidikan, ekonomi, dan sosial kemasyarakatan. Dikarenakan bila semua sektor tersebut stabil, maka mengurus agama akan semakin mudah.

Disarikan dari:

Kitab Adab Ad-Dunya wa Ad-Din karya Al-Mawardi

Kitab Ihya' 'Ulum Ad-Din karya Imam Al-Ghazaly

KHUTBAH

ARTIKEL

KARYA SANTRI

HUKUM

Login

Pengunjung

Kami memiliki 228 guests dan tidak ada anggota yang online

 

INFORMASI AKADEMIK LEMBAGA PENDIDIKAN PONDOK PESANTREN AL IMDAD

      icon akademiccc p      icon info siswa     icon info guru     

ICON KEUANGAN

          AKADEMIK      

    HALAMAN SISWA      H  ALAMAN GURU   
     KOPERASI     
 

KABAR MTS

KABAR MA-U AL IMDAD

METODE 33

02 Januari 2019

Buku Cara Cepat dan mudah Membaca Kitab Kuning Metode 33 (tiga tiga) adalah sebuah buku karya KH. Dr. Habib Syakur pengasuh Pondok Pesantren Al-Imdad yang menawarkan para santri untuk dapat membaca...

TAHUN BARU

31 Desember 2018

TAHUN 2018 TELAH MENINGGALKAN KITA DAN TAHUN 2019 TELAH NGHADANG KITA

Soal Kesehatan, Santri Ini Taklukkan 102 Santriwati Bantul

22 Maret 2018

Nur Laily Fauziah, santri Pesantren Al-Imdad Bantul menjadi yang terbaik dalam Lomba Kader Poskestren Santri Siaga 2016 yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul, Rabu (13/4). Melewati tiga babak sengit,...

Dalam Keterbatasan, Dua Santri Rajai Hasil UAMBN Se-DIY

22 Maret 2018

18 April 2016Bantul, NU Online.Sejak awal berdirinya, Madrasah Aliyah (MA) Unggulan Al-Imdad Bantul terus menorehkan prestasi. Mulai dari Lomba Kader Kesehatan, Lomba Hadroh Kreatif, Aksioma (Ajang Kompetisi Seni dan Olahraga Madrasah)...

FOTO

            kirab mts     IMG 0192    paduan suara mts2

Login

Go to Top
Template by JoomlaShine