INFORMASI AKADEMIK LEMBAGA PENDIDIKAN PONDOK PESANTREN AL IMDAD

        icon akademiccc p             icon info siswa            icon info guru     

 

   ICON KEUANGAN  

 

SOROGAN KITAB

MADRASAH PAGI

MADRASAH DINIYYAH

SOROGAN QUR'AN

BANDONGAN

PSB

PENDAFTARAN SANTRI BARU 

HALAMAN SISWA HALAMAN GURU
       KOPERASI     
HALAMAN AKADEMISI

 

 

KABAR MTS

KABAR MA-U AL IMDAD

METODE 33

02 Januari 2019

Buku Cara Cepat dan mudah Membaca Kitab Kuning Metode 33 (tiga tiga) adalah sebuah buku karya KH. Dr. Habib Syakur pengasuh Pondok Pesantren Al-Imdad yang menawarkan para santri untuk dapat membaca...

TAHUN BARU

31 Desember 2018

TAHUN 2018 TELAH MENINGGALKAN KITA DAN TAHUN 2019 TELAH NGHADANG KITA

Soal Kesehatan, Santri Ini Taklukkan 102 Santriwati Bantul

22 Maret 2018

Nur Laily Fauziah, santri Pesantren Al-Imdad Bantul menjadi yang terbaik dalam Lomba Kader Poskestren Santri Siaga 2016 yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul, Rabu (13/4). Melewati tiga babak sengit,...

Dalam Keterbatasan, Dua Santri Rajai Hasil UAMBN Se-DIY

22 Maret 2018

18 April 2016Bantul, NU Online.Sejak awal berdirinya, Madrasah Aliyah (MA) Unggulan Al-Imdad Bantul terus menorehkan prestasi. Mulai dari Lomba Kader Kesehatan, Lomba Hadroh Kreatif, Aksioma (Ajang Kompetisi Seni dan Olahraga Madrasah)...

FOTO

            kirab mts     IMG 0192    paduan suara mts2

 sowan

 

Tok...tok..tok... mengetuk pintu dalem kyai “Assalamualaikum”

“walaikumsalam, ehh mas Hamzah” jawab Aisyah

Hilang semua apa yang ada dipikiran Hamzah, entah karena grogi bertemu sama Aisyah atau memang tidak pernah bertemu perempuan

“Pak kyai ada neng?” tanya Hamzah

“Ohh ya sebentar ya mas, silahkan masuk nanti saya panggilkan abah”

Rasa deg-degan terus saja berlangsung, gemetar kaki Hamzah, apa aku suka sama mbak Aisyah?ohh rasanya tidak mungkin aku hanya santri ndeso kok, pikir Hamzah

“Hamzah, ada apa Zah?”

“Mau izin pulang pak kyai, kemaren ditelfon sama simbok, disuruh pulang sebentar”

“Ohh ya, jangan lama-lama lho ya, disini juga jaga pondok,kan santri pada pulang, nanti yang jaga siapa? Iya kan?”

“Iya kyai”

Izin sudah, sekarang tinggal menyiapkan barang-barang yang harus dibawa kerumah, pondok dengan rumah Hamzah mungkin berjarak 50 KM, kota memang sangat ramai,kendaraan-kendaraan mondar-mandir melintasi jalan raya hingga menyebabkan macet, bus jurusan kampung siap dikendarai oleh Hamzah, sekitar 1 jam setengah yang akan ditempuh oleh Hamzah disaat perjalanan.

“Assalamualaikum pak,mbok”

“Walaikumsalam Hamzah” jawab simbok dengan penuh dengan kerinduan

Suasana yang sangat menyenangkan bagi santri yang jarang pulang kemudian bertemu dengan orang tuanya, ngobrol kesana kemari di ruang tamu rumahnya yang bertembok kayu, bisa dikatakan rumah tradisional orang kampung. Mata menatap ke arah pemandangan yang sangat realistis indahnya, sungguh kenikmatan kampung yang murni, tak ada asap, sunyi, sepi, sejuk.

“Hamzah, kok melamun ki lho” sahut simbok

“Hamzah Cuma kangen mbok sama kampung, sudah berapa tahun tidak pulang bertemu bapak sama simbok” senyum Hamzah “Ohh iya, simbok mau bicara apa?sepertinya sangat penting?” tanya Hamzah

“ begini lho Zah, simbok sama bapak kan sudah tua, Hamzah juga sudah sarjana, berapa umur kamu coba? Lha simbok sama bapak pingin gendong cucu, kapan kamu mau nikah, Siti teman dekatmu dari dulu simbok rasa cocok buat kamu, dulu kamu juga pernah bilang kalau suka kan?”

Dunia terasa berputar menurut Hamzah, kepala seperti ditimpa oleh batu yang sangat besar jatuh dari langit, kebingungan, keresahan dan semua rasa bercampur jadi satu dibenak Hamzah, mau jawab apa, belum ada jawaban dan memang tidak persiapan untuk soal seperti ini.

“iya mbok, Hamzah memang sudah cukup umur untuk nikah, tapi Hamzah belum menemukan, emm ya simbok jangan khawatir ya, nanti Hamzah pikir-pikir di pondok masalah seperti itu”

1 minggu sudah Hamzah tinggal di rumah melepas rindu, dan Hamzah pergi ke pondok membawa beban dan senang, selalu kefikiran kata-kata simbokya.

Kumpul-kumpul dengan temannya, belajar, ngaji, dan menjaga pondok itu pekerjaan sehari-hari Hamzah, tapi sayangnya dia sudah tidak maksimal melakukan pekerjaan-pekerjaan itu, H-3 sebelum liburan selesai Hamzah dipanggil pak kyai untuk membicarakan santri-santrinya setelah sampai di pondok.

“Bagaimana Zah, sudah siap pondok untuk menapung santri lagi?”

“InsyaAllah sudah pak kyai, saya dan teman-teman sudah menyiapkan semuanya”

“Ya bagus, jadi begini Zah, besok orang tuamu suruh ke rumahku ya, aku jodohkan kamu sama si Aisy, dia sudah cerita semua tentangmu, dia juga cocok dengan kamu”

Jantung Hamzah terasa akan copot mendengarkan perkataan pak kyai, pikiran kemana-mana, apakah ini mimpi, hal yang mustahil menurut Hamzah sekarang menjadi fakta di depan mata.

“Maaf kyai, bukannya saya lancang, tetapi saya tidak pantas buat mbak Aisy, saya belum bisa apa-apa kyai” jawab Hamzah

“Pantas itu bukan kamu yang menilai, aku sudah menilai kamu cukup untuk menggantikan aku mengasuh pondok ini, apakah kamu menolak perintahku Zah?”

Hamzah tidak bisa menjawab kecuali menerima perintah kyai nya.

“iya kyai, saya insyaAllah mau melaksanakan perintah kyai”

Suasana pondok sangat ramai dipenuhi dengan para tamu undangan, tapi buat Hamzah sangat berat menanggung amanah dari sang kyai, walaupun Hamzah sangat mencintai  Aisyah begitu juga sebaliknya.

Tapi untuk menjadi manusia itu butuh proses yang sangat lama, itulah yang disebut usaha, akhirnya Hamzah menjadi pengasuh pondok pesantren Al-Anwar.

Selesai...

terimakasih atas partisipasinya, silahkan coment untuk memberi saran dan kritiknya

tunggu kelanjutan cerpen selanjutnya...

ARTIKEL

KARYA SANTRI

Login

Pengunjung

Kami memiliki 1609 guests dan tidak ada anggota yang online

Go to Top
Template by JoomlaShine