M E D I A - I N F O R M A S I - O N L I N E - P O N D O K - P E S A N T R E N - A L I M D A D
piala

PROGRAM UNGGULAN PONPES AL-IMDAD

 

TAHFIDZUL QUR’AN

quranProgram Tahfid al-Qur’an bertujuan untuk membina dan membimbing santri-santri yang mempunyai bakat dan keinginan untuk menghafal dan memperdalam keilmuan al-Qur’an agar dapat menghafal dan mendalami Al Qur’an dengan cepat dan lancar.

BELAJAR CEPAT BACA KITAB KUNING

kitabBelajar Cepat Baca Kitab Kuning bertujuan untuk menghantarkan santri agar cepat mampu membaca dan mendalami kitab kitab kuning peninggalan ulama’ salaf.

masjid

PONPES AL-IMDAD

Pondok Pesantren Al-Imdad adalah salah satu pondok Pesantren Salafi yang didirikan tahun 1980.

Informasi
sd

MTS AL-FALAAH

Madrasah Tsanawiyah Al-Falaah adalah salah satu MTs di bantul. Sekolah ini setara dengan SMP

Informasi

smp

MA AL-IMDAD

Madrasah Aliyah Al-Imdad adalah salah satu Madrasah di bantul. Sekolah ini setara dengan SMA.

Informasi

Peran Seni dan Sastra dalam Islam
Oleh: Hanif Hilmi Ali
Salah satu cara untuk mengekspresikan imajinasi dan menumbuhkan kreativitas manusia yaitu seni. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) kata seni memiliki arti “keahlian” dan “kesanggupan”. keahlian seseorang yang dapat membuat sesuatu memiliki nilai. Sedangkan menurut J.J Hogman seni mempunyai tiga poin yaitu ideas, activities, dan artifact. Dari pengertian di atas bisa kita simpulkan bahwa seni adalah hasil pemikiran manusia yang mempunyai nilai, norma, dan gagasan.
Seni bermacam-macam bentuknya, antara lain seni rupa, seni pertunjukan, seni lukis, dan seni sastra. Kebanyakan manusia menganggap bahwa ilmu sastra adalah ilmu tersendiri dan bukan termasuk dari seni. Namun anggapan itu kurang tepat karena sastra termasuk bagian dari seni. Permasalahannya, mengapa seni dan sastra selalu dipisahkan, padahal sastra adalah bagian dari seni? Karena seni terlalu global untuk dipelajari sehingga sastra memisahkan diri dengan memperdalam isinya. Namun seni dan sastra sangat berkaitan.
 Sastra menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah bahasa (kata-kata, gaya bahasa). Pekerjaan manusia dalam kehidupan sehari-hari selalu berkaitan dengan seni maupun sastra. Namun kebanyakan manusia  tidak merasakan bahwa apa yang dia lakukan menggunakan seni dan sastra. Contoh sederhananya, yaitu manusia dalam berbicara menggunakan bahasa masing-masing daerah, bahkan setiap daerah juga mempunyai logat dalam berbicara. Seperti ungkapan sastrawan Indonesia, Sapardi Djoko Damono bahwa kehidupan sastra menampilkan gambaran , dan kehidupan itu sendiri adalah realitas sosial.
Dalam peradaban islam, seni dan sastra sangat mempengaruhi perkembangan dan perluasan daerah-daerah islam. Pada masa bani Abbasiyah, tepatnya pada kepemimpinan Harun Ar Rasyid dan putranya, Al Makmun seni dan sastra mulai berkembang dengan lahirnya seniman dan sastrawan, seperti Badi Al Zaman, Al Tsa’labi, dan Al Hariri. Seni dan sastra pada waktu itu digunakan untuk menyebarkan agama Islam dengan membuat syair, puisi, prosa, bahkan langsung dengan perkataan. Orang yang melihat pada waktu itu merasakan betapa indahnya susunan kata dan makna di setiap lariknya. Kemudian seni dan sastra menjadi kunci dalam dakwah penyebaran agama islam. Dengan berjalannya waktu, orang-orang mulai memperdalam ilmu seni dan sastra, dengan mempelajari kitab-kitab karya para ulama, seperti Balaghoh, Badi’, dan masih banyak lagi. Sehingga dalam memperdalam isi kandungan Al-Qur’an, orang islam lebih mudah mengenali bahasa-bahasa yang digunakan oleh Al-Qur’an karena mereka juga tahu bahwa tingkat kesastraan dalam Al-Qur’an sangatlah tinggi.
Di Indonesia sendiri seni dan sastra juga sangat berpengaruh terhadap penyebaran agama islam, apalagi seni yang digunakan oleh walisongo untuk menyebarkan agama islam di Jawa. Sunan Kalijaga menggunakan wayang dalam penyebarannya, sehingga orang yang melihat merasa tertarik dan menikmati tontonan tersebut. Orang-orang juga tidak merasa terbebani dengan ajaran islam karena seni juga mempunyai fungsi untuk menghibur seseorang dengan ide-ide tertentu. Sunan Kalijaga bukan hanya menggunakan seni dalam menyebarkan dakwahnya, tapi juga menggunakan sastra. Ketika kita mendengarkan dalang yang sedang memainkan wayang dengan kata-kata yang diucapkan oleh sang dalang, kita akan manangkap beberapa kata yang indah dan enak didengar. Itulah peran sastra yang digunakan oleh sunan Kalijaga, sehingga orang-orang pada masa itu pasti banyak yang tertarik dengan ajaran islam. Pastilah walisongo pada saat itu menggunakan peran seni dan sastra, baik seni musik, seni tari, dan seni sastra.
Di zaman milenial ini, seni dan sastra bukan hanya digunakan sebagai dakwah penyebaran islam karena di Indonesia mayoritas islam. Banyak yang membuat karya seni dan sastra bercorak islami bertujuan untuk meningkatkan rasa cinta kepada islam dan juga mengungkapkan bahwa seni dan sastra sebenarnya luas. Karya seni dan sastra dapat berupa novel, puisi, prosa, cerpen, dan film. Ketika Cinta Bertasbih, Ayat-Ayat Cinta, Negeri 5 Menara, 99 Cahaya Langit Eropa, Rembulan Tenggelam di Wajahmu, dan Hafalan Salat Delisa merupakan beberapa novel yang bercorak islami yang menjadi novel terlaris di Indonesia. Dari semua novel tersebut diimplementasikan dan diaplikasikan menjadi sebuah seni yaitu film. Pembaca akan menilai isi dari sebuah novel itu dan akan mempunyai sudut pandang yang berbeda-beda, namun mempunyai unsur persamaan dalam hal corak islami. Kita akan mencoba menelaah dari salah satu novel yang bercorak islami dan akan melihat peran seni dan sastra dalam islam. Dalam novel Ayat-Ayat Cinta karya Habiburrahman El Shirazy membahas tentang pernikahan dalam islam, dan bagaimana pernikahan dalam islam ketika laki-laki mencintai perempuan yang berbeda agama, sehingga pembaca mempunyai pandangan mengenai tentang pernikahan dalam islam dan berujung untuk mencari tahu hukum-hukum pernikahan dalam islam. Dari novel dan film tersebut, sangatlah jelas peran seni dan sastra dalam islam, membuat pembaca terus memperdalam kajian ilmu-ilmu islam. Selain itu, pembaca juga lebih mudah mengenal islam lewat sastra. Selain novel, sastra yang beraliran puisi bercorak islami juga sangat banyak, para tokoh seniman dan sastrawan juga menyebar di seluruh Indonesia, diantaranya adalah KH. Musthofa Bisri, Emha Ainun Najib, Acep Zam Zam Noor, Zawawi Imron, dan masih banyak lagi.
Dari keterangan di atas, kita bisa menyimpulkan bahwa peran seni dan sastra dalam islam dari masa ke masa baik dunia maupun Indonesia adalah untuk menyebarkan ajaran Islam, dan cara untuk menggali lebih dalam tentang agama Islam dengan lantaran buku-buku sastra dan berbagai macam seni sehingga seseorang lebih mudah untuk mengenal seni dan sastra. 
 
Add a comment

Penerapan e-money pada Santri di Pondok Pesantren Al imdad

Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi membawa banyak pengaruh terhadap perubahan perilaku dan kebiasaan masyarakat. Hal ini membuat masyarakat membutuhkan sesuatu yang cepat, mudah untuk setiap kegiatan. Untuk masyarakat, program ini diharapkan mampu membantu efektivitas dan keamanan sistem pembayaran mereka dalam berbelanja. Dengan membawa uang cash di pusat perbelanjaan, sedangkan kondisinya ramai dan berdesakan, hal tersebut sangat mungkin dimanfaatkan oleh oknum tanda petik untuk menerkam isi dompet mereka sewaktu-waktu.

Begitupun, KH. Ahmad Murod S. Ag salah satu Pengasuh Pondok Pesantren Al Imdad, beliau kemudian menerapkan sistem pembayaran berbasis teknologi tersebut yang diadopsi menjadi sistem pembayaran elektronik di koperasi Pondok Pesantren Al Imdad  yang berada di Ds. Kauman , Wijirejo, Pandak, Bantul (Komplek 1) dan di Ds. Kedung, Guwosari, Pajangan, Bantul (Komplek 2). Karena menurut beliau, sistem pembayaran ini menawarkan berbagai keuntungan yang saat ini sedang dibutuhkan oleh masyarakat di era globalisasi dan sebagai upaya peningkatan ekonomi di Pondok Pesantren Al Imdad Bantul.

Sistem pembayaran inipun berkembang menjadi Electronic Payment System, dan salah satunya adalah Electronic Money (e-money). Dampak positif dari diterapkannya e- money di Koperasi Pondok Pesantren Al Imdad, ekonomi Pondok Pesantren Al Imdad lebih meningkat, dan E-money dinilai lebih efisien di banding membawa  uang cash yang tingkat resiko keamanan lebih tinggi bagi santri. Untuk itu, Pondok  Pesantren Al Imdad juga melarang Santri membawa uang cash untuk mengurangi resiko kehilangan dan mengganti E-money dalam bentuk Brizzi  untuk sistem transaksi di Koperasi Pondok. Kelebihan dengan di gunakannya e-money ini, bisa menutupi kesenjangan sosial-ekonomi antar santri. Karena, mereka tidak akan bisa melihat jumlah  saldo Brizzi milik temannya. Untuk resiko kehilangan  juga sangat kecil sekali kemungkinan, karena Brizzi atau e-money yang mereka gunakan juga termasuk Kartu santri, terdapat foto dan data pribadi pemilik.

Dibawah ini salah satu contoh bentuk e-money yang juga menjadi Kartu Tanda Santri (KTS) PONPES AL-IMDAD

 WhatsApp Image 2019 01 20 at 11.29.35           WhatsApp Image 2019 01 21 at 10.51.12

Add a comment

DAFTAR ULANG SANTRI BARU

  MTS         M A  


abcdefghijklmnopqrstuvwxyzaaaaaaaaaaaaaaaa

 

DAFTAR ULANG SANTRI LAMA

  MTS          M A  

 


 aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa

 

KARYA SANTRI

 

Fakta Unik di Ponpes Al Imdad

17 Agustus 2019

1. Tahukah kamu nama Raden Kian Santang yang pernah populer di televisi? Ternyata pemilik nama itu memang benar benar ada di dunia nyata. Dan bukan kepalang, santri Al Imdad yang...

Al imdad Menjawab Arus Tantangan Zaman

17 Agustus 2019

        Pondok pesantren Al imdad adalah pondok pesantren yang didirikan oleh almarhum KH Humam Bajuri pada tahun 1980, yang mana sekarang Pondok Pesantren al imdad di asuh...

CITA-CITA KALANGAN RENDAH (part II)

19 Jun 2019

Hari demi hari semangat Andi terus menaik walaupun teman sekolahnya banyak yang tidak suka dengannya entah karena apa, mungkin karena iri dengan kepandaian dan ketampanannya walaupun anak kampungan dan anak...

CITA-CITA KALANGAN RENDAH (Part I)

18 Jun 2019

Andi Harasbek, namanya seperti anak perkotaan bahkan ada yang mengira kalau keturunan Italia atau negara manalah yang luar Indonesia, upsss tapi jangan kira kalau itu benar. Andi adalah anak kampung...

Ambil Alih

12 Mei 2019

Aku tidak akan menerima kalau tanah orang tuaku dirampas seenaknya, walaupun tidak seluas tanah punya penguasa. Apa-apaan ini bukan hanya tanah saja yang diambil, bahkan rumah, tumbuhan, bunga, karya pahatku,...

CERPEN "RIDHO KYAI" (part I)

18 April 2018

Hamzah sudah 10 tahun mondok di pondok pesantren Al-Anwar, dia awalnya tidak pernah menginginkan untuk belajar agama karena dari kecil keuarganya tidak ada yang lulusan dari pesantren tetapi ayahnya menginginkan...

MAKNA IDUL FITRI

22 Maret 2018
MAKNA IDUL FITRI

Terdapat beberapa pendapat dalam memaknai Kata Iedul Fitri, yang merupakan hari raya umat Islam di seluruh dunia. Jika dilihat dari segi bahasanya, Iedul Fitri terdiri dari dua kata yaitu( عيد )...

HUKUM

 

 

marhaban ramadhan

RAMADAN 1440 H

ayo mondok

AL IMDAD

SANTRI SALIH

Artikel Terbaru

Login

Pengunjung

Kami memiliki 1992 guests dan tidak ada anggota yang online

BERITA AL-IMDAD

KABAR MTS

KABAR MA-U AL IMDAD

METODE 33

02 Januari 2019

Buku Cara Cepat dan mudah Membaca Kitab Kuning Metode 33 (tiga tiga) adalah sebuah buku karya KH. Dr. Habib Syakur pengasuh Pondok Pesantren Al-Imdad yang menawarkan para santri untuk dapat membaca...

TAHUN BARU

31 Desember 2018

TAHUN 2018 TELAH MENINGGALKAN KITA DAN TAHUN 2019 TELAH NGHADANG KITA

Soal Kesehatan, Santri Ini Taklukkan 102 Santriwati Bantul

22 Maret 2018

Nur Laily Fauziah, santri Pesantren Al-Imdad Bantul menjadi yang terbaik dalam Lomba Kader Poskestren Santri Siaga 2016 yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul, Rabu (13/4). Melewati tiga babak sengit,...

Dalam Keterbatasan, Dua Santri Rajai Hasil UAMBN Se-DIY

22 Maret 2018

18 April 2016Bantul, NU Online.Sejak awal berdirinya, Madrasah Aliyah (MA) Unggulan Al-Imdad Bantul terus menorehkan prestasi. Mulai dari Lomba Kader Kesehatan, Lomba Hadroh Kreatif, Aksioma (Ajang Kompetisi Seni dan Olahraga Madrasah)...

FOTO

            kirab mts     IMG 0192    paduan suara mts2

Go to Top
Template by JoomlaShine