Berita Ponpes Al-Imdad

 

 Bantul- Dalam rangka Program Kemitraan Masyarakat, Universitas Aisyiyah Yogyakarta, Minggu Pagi (21/4) Menggelar pelatihan pembuatan handmade di Komplek Putri Pondok Pesantren Al-Imdad, Bantul, Yogyakarta. Kegiatan ini di ikuti oleh santri putri dari kelas 10,11 dan 12. Dalam kegiatan ini santri di bekali keterampilan membuat kerajinan tangan atau handmade yakni membuat bros dari manik- manik. Menurut Ketua Panitia Program Kemitraan Masyarakat (PKM), Veni Fatmawati, SST,Ft., M.Fis tujuan di adakan pelatihan ini adalah mengajarkan dan mengembangkan potensi diri santri terkait dengan wirausaha dan kemandirian agar kedepannya santri bisa lebih kreatif dan inovatif dalam membuat kerajinan tangan yang lebih menarik.

Selain itu menurut, Farihatul Umariyah kelas 11 Aliyah, kegiatan ini merupakan kegiatan yang positif untuk mengisi waktu libur sekolah, dan dapat menambah pengetahuan dan kreatifitas santri.

Add a comment

PSB 1

Bantul, Respon masyarakat untuk menyekolahkan putra putrinya di Pondok Pesantren masih sangat tinggi, hal ini terlihat dari antusiasme orang tua dan murid dalam mendaftarkan diri pada Penerimaan Santri Baru (PSB) Pondok Pesantren Al- Imdad Bantul, yang terletak di dusun Kauman, Wijirejo, Pandak, Bantul. Hari Kamis Pagi( 07/03/2019) di Pondok Pesantrean Al- Imdad komplek putri telah berlangsung tes seleksi PSB tahap kedua untuk Gelombang I dan prestasi tahun pelajaran 2019/2020. Sebuah kegiatan yang selalu rutin di gelar setiap tahunnya. Peserta tes seleksi PSB diikuti oleh 93 siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) atau Madrasah Tsanawiyah (MTS), dan 137 siswa Sekolah Dasar (SD) dari berbagai daerah, serta para orang tua siswa yang ikut mendampingi putra putrinya.

Adapun tes seleksi PSB kali ini, calon santri mengikuti tes baca tulis Arab, Potensi Akademik, dan Wawancara.

Pengumuman hasil tes seleksi PSB Gelombang I akan di umumkan pada Hari Senin, (11/03/2019) di website Pondok Pesantrean AL- Imdad, AL-Imdad.org

Add a comment

Penerapan e-money pada Santri di Pondok Pesantren Al imdad

Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi membawa banyak pengaruh terhadap perubahan perilaku dan kebiasaan masyarakat. Hal ini membuat masyarakat membutuhkan sesuatu yang cepat, mudah untuk setiap kegiatan. Untuk masyarakat, program ini diharapkan mampu membantu efektivitas dan keamanan sistem pembayaran mereka dalam berbelanja. Dengan membawa uang cash di pusat perbelanjaan, sedangkan kondisinya ramai dan berdesakan, hal tersebut sangat mungkin dimanfaatkan oleh oknum tanda petik untuk menerkam isi dompet mereka sewaktu-waktu.

Begitupun, KH. Ahmad Murod S. Ag salah satu Pengasuh Pondok Pesantren Al Imdad, beliau kemudian menerapkan sistem pembayaran berbasis teknologi tersebut yang diadopsi menjadi sistem pembayaran elektronik di koperasi Pondok Pesantren Al Imdad  yang berada di Ds. Kauman , Wijirejo, Pandak, Bantul (Komplek 1) dan di Ds. Kedung, Guwosari, Pajangan, Bantul (Komplek 2). Karena menurut beliau, sistem pembayaran ini menawarkan berbagai keuntungan yang saat ini sedang dibutuhkan oleh masyarakat di era globalisasi dan sebagai upaya peningkatan ekonomi di Pondok Pesantren Al Imdad Bantul.

Sistem pembayaran inipun berkembang menjadi Electronic Payment System, dan salah satunya adalah Electronic Money (e-money). Dampak positif dari diterapkannya e- money di Koperasi Pondok Pesantren Al Imdad, ekonomi Pondok Pesantren Al Imdad lebih meningkat, dan E-money dinilai lebih efisien di banding membawa  uang cash yang tingkat resiko keamanan lebih tinggi bagi santri. Untuk itu, Pondok  Pesantren Al Imdad juga melarang Santri membawa uang cash untuk mengurangi resiko kehilangan dan mengganti E-money dalam bentuk Brizzi  untuk sistem transaksi di Koperasi Pondok. Kelebihan dengan di gunakannya e-money ini, bisa menutupi kesenjangan sosial-ekonomi antar santri. Karena, mereka tidak akan bisa melihat jumlah  saldo Brizzi milik temannya. Untuk resiko kehilangan  juga sangat kecil sekali kemungkinan, karena Brizzi atau e-money yang mereka gunakan juga termasuk Kartu santri, terdapat foto dan data pribadi pemilik.

Dibawah ini salah satu contoh bentuk e-money yang juga menjadi Kartu Tanda Santri (KTS) PONPES AL-IMDAD

 WhatsApp Image 2019 01 20 at 11.29.35           WhatsApp Image 2019 01 21 at 10.51.12

Add a comment
Peran Seni dan Sastra dalam Islam
Oleh: Hanif Hilmi Ali
Salah satu cara untuk mengekspresikan imajinasi dan menumbuhkan kreativitas manusia yaitu seni. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) kata seni memiliki arti “keahlian” dan “kesanggupan”. keahlian seseorang yang dapat membuat sesuatu memiliki nilai. Sedangkan menurut J.J Hogman seni mempunyai tiga poin yaitu ideas, activities, dan artifact. Dari pengertian di atas bisa kita simpulkan bahwa seni adalah hasil pemikiran manusia yang mempunyai nilai, norma, dan gagasan.
Seni bermacam-macam bentuknya, antara lain seni rupa, seni pertunjukan, seni lukis, dan seni sastra. Kebanyakan manusia menganggap bahwa ilmu sastra adalah ilmu tersendiri dan bukan termasuk dari seni. Namun anggapan itu kurang tepat karena sastra termasuk bagian dari seni. Permasalahannya, mengapa seni dan sastra selalu dipisahkan, padahal sastra adalah bagian dari seni? Karena seni terlalu global untuk dipelajari sehingga sastra memisahkan diri dengan memperdalam isinya. Namun seni dan sastra sangat berkaitan.
 Sastra menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah bahasa (kata-kata, gaya bahasa). Pekerjaan manusia dalam kehidupan sehari-hari selalu berkaitan dengan seni maupun sastra. Namun kebanyakan manusia  tidak merasakan bahwa apa yang dia lakukan menggunakan seni dan sastra. Contoh sederhananya, yaitu manusia dalam berbicara menggunakan bahasa masing-masing daerah, bahkan setiap daerah juga mempunyai logat dalam berbicara. Seperti ungkapan sastrawan Indonesia, Sapardi Djoko Damono bahwa kehidupan sastra menampilkan gambaran , dan kehidupan itu sendiri adalah realitas sosial.
Dalam peradaban islam, seni dan sastra sangat mempengaruhi perkembangan dan perluasan daerah-daerah islam. Pada masa bani Abbasiyah, tepatnya pada kepemimpinan Harun Ar Rasyid dan putranya, Al Makmun seni dan sastra mulai berkembang dengan lahirnya seniman dan sastrawan, seperti Badi Al Zaman, Al Tsa’labi, dan Al Hariri. Seni dan sastra pada waktu itu digunakan untuk menyebarkan agama Islam dengan membuat syair, puisi, prosa, bahkan langsung dengan perkataan. Orang yang melihat pada waktu itu merasakan betapa indahnya susunan kata dan makna di setiap lariknya. Kemudian seni dan sastra menjadi kunci dalam dakwah penyebaran agama islam. Dengan berjalannya waktu, orang-orang mulai memperdalam ilmu seni dan sastra, dengan mempelajari kitab-kitab karya para ulama, seperti Balaghoh, Badi’, dan masih banyak lagi. Sehingga dalam memperdalam isi kandungan Al-Qur’an, orang islam lebih mudah mengenali bahasa-bahasa yang digunakan oleh Al-Qur’an karena mereka juga tahu bahwa tingkat kesastraan dalam Al-Qur’an sangatlah tinggi.
Di Indonesia sendiri seni dan sastra juga sangat berpengaruh terhadap penyebaran agama islam, apalagi seni yang digunakan oleh walisongo untuk menyebarkan agama islam di Jawa. Sunan Kalijaga menggunakan wayang dalam penyebarannya, sehingga orang yang melihat merasa tertarik dan menikmati tontonan tersebut. Orang-orang juga tidak merasa terbebani dengan ajaran islam karena seni juga mempunyai fungsi untuk menghibur seseorang dengan ide-ide tertentu. Sunan Kalijaga bukan hanya menggunakan seni dalam menyebarkan dakwahnya, tapi juga menggunakan sastra. Ketika kita mendengarkan dalang yang sedang memainkan wayang dengan kata-kata yang diucapkan oleh sang dalang, kita akan manangkap beberapa kata yang indah dan enak didengar. Itulah peran sastra yang digunakan oleh sunan Kalijaga, sehingga orang-orang pada masa itu pasti banyak yang tertarik dengan ajaran islam. Pastilah walisongo pada saat itu menggunakan peran seni dan sastra, baik seni musik, seni tari, dan seni sastra.
Di zaman milenial ini, seni dan sastra bukan hanya digunakan sebagai dakwah penyebaran islam karena di Indonesia mayoritas islam. Banyak yang membuat karya seni dan sastra bercorak islami bertujuan untuk meningkatkan rasa cinta kepada islam dan juga mengungkapkan bahwa seni dan sastra sebenarnya luas. Karya seni dan sastra dapat berupa novel, puisi, prosa, cerpen, dan film. Ketika Cinta Bertasbih, Ayat-Ayat Cinta, Negeri 5 Menara, 99 Cahaya Langit Eropa, Rembulan Tenggelam di Wajahmu, dan Hafalan Salat Delisa merupakan beberapa novel yang bercorak islami yang menjadi novel terlaris di Indonesia. Dari semua novel tersebut diimplementasikan dan diaplikasikan menjadi sebuah seni yaitu film. Pembaca akan menilai isi dari sebuah novel itu dan akan mempunyai sudut pandang yang berbeda-beda, namun mempunyai unsur persamaan dalam hal corak islami. Kita akan mencoba menelaah dari salah satu novel yang bercorak islami dan akan melihat peran seni dan sastra dalam islam. Dalam novel Ayat-Ayat Cinta karya Habiburrahman El Shirazy membahas tentang pernikahan dalam islam, dan bagaimana pernikahan dalam islam ketika laki-laki mencintai perempuan yang berbeda agama, sehingga pembaca mempunyai pandangan mengenai tentang pernikahan dalam islam dan berujung untuk mencari tahu hukum-hukum pernikahan dalam islam. Dari novel dan film tersebut, sangatlah jelas peran seni dan sastra dalam islam, membuat pembaca terus memperdalam kajian ilmu-ilmu islam. Selain itu, pembaca juga lebih mudah mengenal islam lewat sastra. Selain novel, sastra yang beraliran puisi bercorak islami juga sangat banyak, para tokoh seniman dan sastrawan juga menyebar di seluruh Indonesia, diantaranya adalah KH. Musthofa Bisri, Emha Ainun Najib, Acep Zam Zam Noor, Zawawi Imron, dan masih banyak lagi.
Dari keterangan di atas, kita bisa menyimpulkan bahwa peran seni dan sastra dalam islam dari masa ke masa baik dunia maupun Indonesia adalah untuk menyebarkan ajaran Islam, dan cara untuk menggali lebih dalam tentang agama Islam dengan lantaran buku-buku sastra dan berbagai macam seni sehingga seseorang lebih mudah untuk mengenal seni dan sastra. 
 
Add a comment

KH MUSTOFA BISRI

Haul ke-24 Almaghfurlah KH. Humam Bajuri dilangsungkan pada 27 Oktober 2018/ 27 Muharom 1440 H.

Beberapa rangkaian acara pada haul tahun ini, diantaranya: majlis semaan Qur’an komplek putra dan komplek putri yang dilaksanakan pada hari jum'at 26 Oktober 2018 , Majlis Pembacaan Sholawat serta pembacaan manaqib Mbah KH. Humam Bajuri oleh KH. Mulyanto  Salah satu Santri Mbah Humam angkatan tertua dilaksanakan pada 25/10, ziarah makam KH Humam Bajuri pada Sabtu sore (27/10), pukul 16.00, dan puncak haul dan Haflah Khotmil Qur'an pada malam harinya selepas maghrib.

Haflah Khotmil Qur'an diikuti oleh 97 peserta terdiri, 1 peserta 39 juz bil hifdzi, 29 peserta 30 juz bin Nadzri, dan 66 peserta juz 30 bil hifdzi.

Acara puncak haul  dan Haflah Khotmil Qur'an ini  dihadiri oleh keluarga besar Pondok Pesantren Al Imdad, alumnus dan santri, para pejabat dan para Ulama' Kab. Bantul juga dihadiri oleh KH. Musthofa Bisri dari Rembang  

Add a comment

Subkategori

VISI PONDOK PESANTREN AL IMDAD

 “SANTRI SALIH”

  • Santun

  • Agamis

  • Nasionalis

  • Terampil

  • Ramah

  • Inovatif dan

  • Sadar Lingkungan Hidup

 

 "MISI"

  1. Mendidik santri menjadi pribadi yang santun di manapun dan kapanpun

  2. Menghantarkan santri berilmu ke-Islam-an yang luas dan mendalam berdasar pada tradisi para ‘Ulama Negeri.

  3. Menghantarkan santri berwawasan kebangsaan yang kuat.

  4. Menghantarkan santri menjadi pribadi yang mandiri dan terampil

  5. Menumbuhkembangkan sikap ramah santri baik kepada sesama manusia maupun kepada lingkungan.

  6. Menghantarkan santri yang memiliki  pengembangan keIslaman di berbagai bidang

  7. Meningkatkan wawasan ke-Islam-an dan keilmuan yang berbasis pada lingkungan hidup.

INFORMASI PENDAFTARAN SANTRI

SYARAT-SYARAT PENDAFTARAN

  1. Berusia maksimal 14 tahun untuk pendaftar MTs  dan 17 tahun untuk pendaftar MA
  2. Sehat jasmani dan rohani
  3. Mengisi Formulir Pendaftaran Online
  4. Membayar biaya pendaftaran dan seleksi Rp 150.000
  5. Mengikuti tes tulis dan wawancara
  6. Jika ternyata pendaftar terbukti tidak lulus sekolah maka secara otomatis dinyatakan gugur.

MATERI TES

  1. Baca Tulis Arab
  2. Potensi Akademik
  3. Wawancara

PROGRAM UNGGULAN

  1. Tahfidzul Qur'an
  2. Belajar, Membaca, Memahami  Kitab Kuning
  3. Pembiasaan Akhlaqul Karimah
  4. Conversation (Bhs Inggris)

BIAYA AWAL MASUK

  MTS MA
     
GELOMBANG 2 4.500.000 5.000.000
     
GELOMBANG 3 4.750.000 5.350.000

KALIGRAFI2

 عَنْ أَمِيرِ المُؤْمِنِيْنَ أَبِي حَفْصٍ عُمَرَ بْنِ الخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ ﷺ يَقُولُ: «إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ، وَإنَّمَا لِكُلِّ امْرِىءٍ مَا نَوَى، فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلى اللهِ وَرَسُوْلِهِ فَهِجْرتُهُ إِلَى اللهِ وَرَسُوُلِهِ، وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيْبُهَا أَوِ امْرأَةٍ يَنْكِحُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إلَيْهِ»

PENDAFTARAN SANTRI BARU 4

 MTS PUTRI 

MTS PUTRA

 MA PUTRA PUTRI

ayo mondok

ARTIKEL

LOWONGAN PENGABDIAN

Dibutuhkan Tenag Pengabdian Mengajar di Madrasah Tsanawiyyah Pondok Pesantren Al Imdad :

1. Bidang Study IPA

2. Bidang Study BHS Indonesia

dengan Syarat:

1. Sarjana S1
2. Maksimal umur 35 th 
3. Mampu membaca Al Qur'an.
4. Mampu mengoperasikan komputer
5. Mempunyai Pengalaman dalam organisasi keagamaan/Kemasyarakatan. 
6. Berdomisili di Bantul. 
 
Kontak Person: 087738370339 / 085729166000

FOTO

        8da39a52 2255 4bb0 88be 0d4328016e3b         IMG 0192    paduan suara mts2

Go to Top
Template by JoomlaShine