Berita MTs Al-Falaah

Pelaksanaan Kompetisi Sains Madrasah (KSM) tingkat Kabupaten Bantul, resmi ditutup Sabtu, 12 Mei 2018 oleh Kasubag TU Ahmad Ghozali, MA, dan Kasi Pendidikan Madrasah, Drs. H. Rohyadi, M.A.

Pada penutupan kompetisi ini, Kasubag TU didaulat untuk menyerahkan piagam dan bonus kejuaran kepada para juara yang Sebelumnya dilakukan pengumuman hasil kejuaraan oleh Panitia Pelaksana,

 
Pada pelaksanaan KSM tahun ini Madrasah Tsanawiyyah Al Falaah Pandak Pondok Pesantren Al Imdad menjadi Juara Umum Jenjang MTs tingkat Kabupaten Bantul. dari Tiga Macam Cabang yang diLombakan mendapatkan 4 kejuaraan yaitu

  1. Juara 2 cabang Matematika Terintegrasi atas nama Fatih abdul Jabbar Damar Panuluh, dan
  2. Juara 3 pada cabang yang sama atas nama Nadiarista Yustia Putri
  3. Juara 1 pada cabang IPA Terpadu atas nama Azaria Dwi Sabrina.
  4. Juara 2 cabang IPS Terpadu atas nama Salma Fauziyah Hafidz

Sementara itu Madrasah Aliyah Unggulan Al Imdad di jenjang Madrasah Aliyah mendapatkan Tiga kejuaraan, yaitu

  1. Juara 1 cabang Kimia Terintegrasi, atas nama Arinal Husna, dan
  2. Juara 2 Atas nama Azianatud Dian Hanif dalam cabang yang sama, serta
  3. Juara 2 cabang Biologi Terintegrasi atas nama Ahmad Kian Santang, Alumni MTs Al Falaah mantan Juara Nasional IPA Terpadu tahun 2016

Pada kesempatan ini Kepala Madrasa Tsanawiyyah Al Falaah H. Ahmad Murod, S.Ag berharap pada pelaksanaan KSM Tahun ini bisa mempertahankan kejuaraan Tingkat Nasional yang telah diraih oleh Kakak Kelas pada Tahun Sebelumnya.

Add a comment

     

Hari ini, Senin 23 April 2018, Ujian Nasional Serentak dilaksanakan di seluruh Indonesia baik yang berbasis Komputer maupun yang berbasis Kerta, MTs Al Falaah Pondok Pesantren Al-Imdad merupakan salah satu madrasah pelaksana Ujian Nasional berbasis Komputer. pada tahun ini merupakan yang kedua kalinya MTs Al Falaah Pondok Pesantren Al Imdad melaksanakan UNBK secara mandiri.  Satu jam sebelum memulai Ujian para santri dipimpin oleh Ustadz/Guru melakukan doa bersama di Aula Pondok Pesantren Al-Imdad dilanjutkan pembekalan mata pelajaran yang akan diujikan pada saat itu. setelah saatnya masuk, mereka bersama-sama memasukinya Ruang Komputer dengan tertib.

Kepala Madrasah, KH. Ahmad Murod, S.Ag mengungkapkan bahwa peserta ujian pada tahun ini berjumlah 129 siswa/siswi yang terbagi dalam tiga sesi, pada tiap-tiap sesi diikuti oleh 43 siswa/siswi dengan jumlah komputer klient pada ruang komputer 48 Unit dan 2 unit Komputer server. 

Pada hari pertama pelaksanaan ujian berjalan dengan lancar walaupun sempat terjadi listrik padam, namun karena sudah menyiapkan genset, maka gangguan segera teratasi. Harisna Hikmah, M.Pd sebagai Proktor pada pelaksanaan ujian ini Menyampaikan bahwa walaupun sempat mati listrik, namun jawaban yang sudah dikerjakan oleh para peserta ujian tidak akan hilang karena sudah otomatis tersimpan oleh server sehingga ketika komputer dihidupkan lagi tinggal melanjutkan soal berikutnya.

Sementara itu Salah satu peserta Ujian bernama Narinda melaksanakan ujian berbasis kertas di Rumah sakit Panembahan senopati dikarenakan sakit sejak beberapa hari yang lalu. Panitia Ujian yang diketuai oleh Sri Wulan, S.Pd sudah berusaha memeriksakan Narinda ke Rumah sakit agar segera sembuh dan bisa mengikuti UNBK di Madrasah, namun karena kesehatan Narinda belum kembali sempurna dan bulum diperbolehkan pulang maka dengan terpaksa panitia juga melaksanakan ujian berbasis Kertas di Rumah sakit.

 

 #Abi Kayis

Add a comment
sisw juara
Kejuaraan Pertama yang diperoleh MTs Al Falaah Pandak Ponpes Al-imdad di tahun 2018 (Juara 1 Bulutangkis Ganda Putri Pekan Olahraga Sekolah/Madrasah Maarif se Provinsi DIY)
SEMOGA KEJUARAAN2 BERIKUTNYA AKAN MENYUSUL.
Add a comment

 OUTBOND SEBAGAI MOTIVASI SISWA

out bon 1

BANTUL – Setelah melaksanakan UAMBN BK dan USBN tahun pelajaran 2017/2018, MTs Al Falaah Pandak mengadakam kegiatan untuk memberikan motivasi terhadap seluruh siswa kelas IX, untuk refresing karena akan melaksanakan UNBK. Salah satu dari serangkaian kegiatan tersebut, pihak sekolah mengadakan kegiatan outbond guna memberikan motivasi dengan cara yang berbeda.

”Outbond ini rutin bagi siswa kelas IX, kegiatan outbond selain menjadi kegiatan refreshing jiga disisipi motivasi-motivasi dalam menghadapi UN. Supaya anak tidak jenuh juga dengan kegiatan ujian dan try out," kata Waka Kesiswaan MTs Al Falaah Pandak, Octarina Dyah Ayu Nastiti.

Pancai Goa Cemara yang berada di selatan Kabupaten Bantul ini memberikan kenangan indah bagi 129 siswa kelas IX, menjelang mereka mengikuti ujian nasional. Acara yang rutin dilaksanakan setiap tahun ini didampingi oleh wali kelas, guru pembimbing, staf kurikulum dan kesiswaan. "Rutinitas kegiatan sekolah seperti les juga setelah merekan mengerjakan UAMBN BK dan USBN jangan sampai membuat siswa merasa jenuh dan mengalami kelelahan sehingga dapat menurunkan semangat mereka belajar, untuk itu diharapkan outbond ini mampu me-recharge semangat mereka," Demikian komentar yang disampaikan kepala madrasah H. Ahmad Murod, S.Ag. menjelang pelepasan siswa menuju lokasi kegiatan outbond.

Dengan bantuan tim outbond dari Pantai Goa Cemara, semua siswa diajak untuk menikmati serangkaian permaianan yang memacu adrenalin mereka. Mulai dari permainan yang melatih konsentrasi, ketangkasan dan juga kerjasama kelompok. Banyak pelajaran yang bisa diambil dari tiap-tiap permainan tersebut, diantaranya; melatih kesiapan mental, meningkatkan daya ingat, ketekunan dan kerja keras. Semua ini diharapkan mampu menggugah semangat mereka dalam menghadapi ujian nasional.

Selama ini pihak sekolah menilai kegiatan outbond sangat bermanfaat bagi siswa-siswi kelas IX. Pasalnya, selain memberikan hiburan kegiatan tersebut juga membuahkan hasil dan membawa perubahan bagi siswa seperti dari segi kesiapan mental menghadapi ujian, membantu konsentrasi belajar dan memotivasi untuk mendapatkan nilai yang baik. (Tarno, 18/04/18)

Add a comment

Bantul, 28 Agustus 2016
Ahmad Kian Santang adalah Santri Pondok Pesantren Al Imdad Bantul. Lahir di Sleman pada tanggal 30 Juni 2002, Kian adalah putra pertama dari pasangan Arosin Suryanto, S.Si dan Ade Rokayah, S.Ag yang beralamat di Jl. Turi No. 3 RT 044 Labasan Pekembinangun Pakem Sleman.

Dalam kesehariannya, santri ini dikenal sebagai pribadi sederhana dan lugu. Namun, di balik kesederhanaan dan keluguannya, Kian ternyata menyimpan prestasi yang layak dibanggakan dan wajib disyukuri.  Dalam ajang Kompetisi Sains Madrasah (KSM) Tingkat Nasional di Pontianak tanggal 23-27 Agustus 2016 lalu, ia mampu meraih MEDALI EMAS di bidang Biologi tingkat MTS. Tidak hanya itu, ia juga meraih Penghargaan The Best Overall di Mapel Biologi yang diikutinya.

“Prestasi Kian tidaklah mengherankan, karena hampir setiap kali saya melihatnya di pondok, ia selalu dekat dengan buku,” terang KH. Drs. Habib Abdus Syakur, M.Ag, Pengasuh Pondok Pesantren Al-Imdad Bantul.
Hal senada juga diutarakan oleh H. Ahmad Murod, S.Ag, Kepala Madrasah MTs Al Falaah yang juga Pengasuh di Pondok Pesantren Al Imdad, yang menyatakan bahwa, “Ia anak yang rajin dan juga cerdas dalam mengikuti pelajaran, baik di madrasah dan di pondok. Terbukti dia dipilih teman-temannya untuk menjadi Ketua OSIS di periode 2015-2016.”

Berdasarkan keterangan dari Cholid Zamroni, pembimbing Kian di asrama, Kian pernah menjuarai beberapa lomba baca kitab kuning dalam ajang Musabaqoh Qiroatil Kutub (MQK), baik tingkat Kabupaten Bantul, maupun Provinsi DI Yogyakarta. “Tahun lalu, ia mendapatkan Peringkat I lomba baca kitab kuning untuk cabang Fiqh Ula dalam ajang MQK Tingkat Kabupaten Bantul di Pondok Pesantren An Nur Ngrukem Bantul.”

Cholid menambahkan, “Lantas, Kian berhak mewakili Bantul di lomba MQK Tingkat Provinsi DI Yogyakarta yang dilaksanakan di Pondok Pesantren Nurul Haromain Kulonprogo, dan berhasil meraih Peringkat II di cabang yang sama.”

Saat ditanya tentang harapannya ke depan, Kian dengan mantap mengatakan bahwa ia ingin kuliah di Jepang. Kenapa Jepang? Kian menyatakan, “Karena Jepang adalah negara yang sangat maju di bidang teknologi. Dan saya berharap mampu mengambil ilmu-ilmu di sana untuk dikembangkan di negara kita.”

Keberhasilan Kian dalam ajang KSM Tingkat Nasional 2016 di Pontianak ini mampu menepis stigma bahwa anak pondok alias santri hanya mampu berkembang di bidang ilmu agama saja. Kian berhasil membuktikan bahwa anak pondok juga mampu berprestasi dalam ilmu-ilmu sains.
 (Tarno/Anas)

Add a comment

al imdad online2

Pengunjung

Kami memiliki 43 guests dan tidak ada anggota yang online

ARTIKEL

Go to Top
Template by JoomlaShine