Hari demi hari semangat Andi terus menaik walaupun teman sekolahnya banyak yang tidak suka dengannya entah karena apa, mungkin karena iri dengan kepandaian dan ketampanannya walaupun anak kampungan dan anak tidak mampu, tak lain dengan Steven, teman sekolah yang sangat benci dengan Andi. Sedangkan Anin terus berusaha membantu Andi, di hari ahad Anin pergi kerumah pamannya untuk meminta tolong menerbitkan buku temannya.

“Assalamualaikum paman” mengetok pintu rumahnya

“Walaikumsalam, ehhh Anin, sama siapa? Paman kangen sudah lama tidak ketemu”

“Sendiri paman, hehe paman apa kabar?”

“Baik Nin, ada apa ini kok tumben kesini, pasti ada maunya ya?”

Di ruang tamu yang indah dipenuhi dengan lukisan kaligrafi di temani dengan makanan dan segelas minuman Anin dan pamannya di penuhi dengan canda tawa.

“Begini paman, Anin mau minta tolong kepada paman tentang menerbitkan buku” mulai berbicara serius

“Ya gimana Nin? Siapa yang mau nerbitkan buku? Tanya paman

“teman Anin paman, dia anak yang kurang mampu, tapi dia sangat mempunyai bakat dalam membuat novel, Anin mau minta tolong, apa paman mau menerbitkan buku tapi bayarnya setengah aja paman, nanti Anin pasti bayar kok” bujuk Anin

“hehe, Anin paman mau kok, nggak usah bayar saja, nanti paman tolong kasihan juga ya teman kamu” jawab paman

“bener paman?” dengan raut muka yang sangat bahagia

“iya besok kamu kesini ajak teman kamu sekalian bawa teks nya”

Berhari-hari Anin dan Andi sibuk untuk membuat buku, setiap habis sekolah langsung ke rumah paman, emm yang lebih sibuk lagi paman dan anak buahnya karena harus mengetik novel yang masih tulisan tangan, 1 bulan sudah pengetikan terselesaikan akhirnya novel Andi mempunyai 200 halaman, sekarang paman dan anak buah nya tinggal proses penyetakan dan lain-lain. Andi dan Anin sudah tidak sabar untuk melihat buku perdana Andi.

“An, akhir-akhir ini kamu kok terlihat sibuk banget, ada acara apa?kok nggak pernah cerita ke ibu?” tanya ibu

“Bu, Andi sebentar lagi punya novel, yang membantu teman Andi yang sangat baik” jawab Andi sambil senyum dan memeluk ibunya

“Alhamdulillah, di dunia memang banyak kok orang baik, dan pastinya Allah maha adil”

Di sekolah, Andi tetap saja tak bosan-bosan diganggu oleh kawan-kawannya, namun Andi kali ini berani membalas, karena mereka sudah mulai berani mengejek orang tua Andi.

“Andi...Andi... katanya kamu pingin jadi novelis? Bangun An bangun.. orang tuamu saja nggak bisa ngasih kamu uang, apalagi mau buat novel” ejek Steven

“ha...ha...ha...” suasana kelas penuh dengan tawa kecuali Andi dan Anin

Dada Andi penuh dengan udara, nafas mulai tak teratur, Andi langsung meloncat ke depan Steven yang duduk tak jauh dari tempat Andi, memukul dengan keras ke arah wajah dan menendang ke arah perut, Steven yang setiap harinya sombong dan nakal ternyata tidak bisa apa-apa ketika di lawan oleh Andi, wajah Steven berdarah karena kena pukulan keras Andi. Kelas sangat ramai, suasana menjadi rusuh tak karuan hanya karena pergelutan antara anak kampung dan anak kota.

Andi dan Steven disidang oleh guru di kantor, keduanya mendapat hukuman walaupun yang salah pertama Steven, tapi Andi juga salah karena memukul Steven sampai berdarah.

Hari yang ditunggu-tunggu sudahlah tiba, novel yang berjudul “bumi sajadah” itu sudah terbit, Andi dan Anin mulai memasarkan ke toko-toko dan lewat online yang di gerakkan oleh Anin, 50 buku habis dalam waktu 1 bulan, dihari yang sama pas ketika buku itu habis, ada dua orang berjas hitam membawa mobil, datang ke rumah Andi yang sedang membaca buku di teras rumahnya.

“Assalamualaikum”

“Walaikumsalam,mau cari siapa?” tanya Andi

“Apakah benar ini rumah mas Andi Harasbek? Tanya salah satu

“ Oh iya benar, saya sendiri”

“Kami dari penerbit buku Ossala press, mau menawarkan kalau noel “bumi sajadah” dicetak ulang bagaimana? Dan kami jadikan best seller sekaligus akan dijadikan film, karena banyak yang minta mengenai hal itu”

Hati dan jantung Andi terasa ingin copot mendengar kabar seperti itu

“Ohh, silahkan mas, sangat boleh”

Akhirnya novel karya perdana Andi terkenal ke seluruh Indonesia bahkan akan dibuatkan film tentang hal itu, Andi juga tak lupa membuat novel-novel selanjutnya untuk memperbanyak karya, selain memang hobi menulis.

Andi sekarang menjadi orang yang sukses dan terwujud sudah cita-citanya karena usahanya dan dibantu oleh sahabat setianya.

Jadi hasil tidak pernah mendustai usahanya, ketika kita bersungguh-sungguh melakukan apa yang ada dalam diri kita, dan memang itu hal yang positif, maka hasil akan mengikutinya.

 

terima kasih...

tunggu cerpen selanjutnya..