FOTO

            kirab mts     IMG 0192    paduan suara mts2

Imam Nawawi mengatakan, berbagai macam teks redaksional dalam madzhab Syafi’i menyatakan bahwa menjual hewan kurban yang meliputi daging, kulit, tanduk, dan rambut, semunya dilarang. Begitu pula menjadikannya sebagai upah para penjagal.
 
من باع جلد أضحيته فلا أضحية له) أي لا يحصل له الثواب الموعود للمضحي على أضحيته
Artinya, “Barangsiapa yang menjual kulit kurbannya, maka tidak ada kurban bagi dirinya. Artinya dia tidak mendapat pahala yang dijanjikan kepada orang yang berkurban atas pengorbanannya,” (HR Hakim dalam kitab Faidhul Qadir, Maktabah Syamilah, juz 6, halaman 121).
 
Dari sini, menjual daging atau kulit hewan kurban tidak diperbolehkan, juga tidak boleh dijadikan upah penyembelih. Larangan menjual daging atau kulit kurban berlaku baik untuk shohibul qurban dan penerima daging qurban yang bukan fakir miskin (aghniya‘), tapi jika mustahiq penerima kurban orang fakir miskin, maka boleh menjualnya. Kulit qurban sebaiknya diberikan yang fakir miskin agar dijual oleh mereka.
Namun menurut Imam Abu Hanifah boleh menjual kulitnya asalkan bukan dengan dirham dan dinar. Sedangkan menurut Imam Atho’ boleh secara mutlak. Wallahu A’lam Bish-showab

Pengunjung

Kami memiliki 1604 guests dan tidak ada anggota yang online

Go to Top
Template by JoomlaShine