JUM'ATAN DI TENGAH DARURAT CORONA
 
Di hari Jum'at ini situasi darurat Covid-19 di dunia pada umumnya serta di Indonesia pada khususnya masih belum berakhir. Setelah semua upaya dari pihak berwenang dicurahkan untuk menghadapi virus corona, pada akhirnya semua berpulang pada kehendak dan taqdir Allah swt.  Imam Ibnu Athoillah as Sakandari berkata sawabaqil Himam la tahriqu aswaaral aqdaar, himmah (upaya) yg kuat tak mampu menembus benteng taqdir Ilahi.  
Pertanyaan yg banyak muncul di kalangan kaum muslimin, bagaimana dgn aktivitas Jum'atan ?
Jika pihak berwenang masih memberlakukan situasi darurat, dgn larangan berkumpul orang banyak, maka selama itu berarti sorang muslim ada udzur syar'i dalam jum'atan.  
Imam Al Ghozali dalam kitab Ihya Ulumiddin menyatkan :
و يرخص لهؤلاء فى ترك الجمعة لعذر  المطر و الوجل و الفزع و المرض و التمريض  . (احياء علوم الدين ج 1 ص 213)
  "Diberi rukhshoh (dispensasi) bagi mereka(laki laki yg baligh, berakal, muslim, merdeka dan mukim di suatu desa) untuk meninggalkan jum'atan (diganti sholat dluhur), karena ada udzur hujan lebat, rasa takut/cemas, sakit, merawat orang sakit.. (Ihya'  juz 1 hal 213)
Sayyid Sabiq dlm kitabnya Fiqhus Sunnah juga menguatkan bahwa   semua udzur dlm shalat berjamaah  berlaku pula udzur dalam jum'atan, seperti hujan, ketakutan, dingin  dan sebagainya. (Fiqhus Sunnah, juz 1 hal 218)
Dari penjelasan tersebut, larangan berkumpul orang banyak  dalam masa darurat corona dari pihak berwenang sertta munculnya kecemasan masyarakat jika tertular virus saat berkumpul bisa  menjadi udzur bagi umat Islam untuk jum'atan dan mendapat rukhshoh untuk mengganti dengan shalat dluhur di rumah masing masing.
Tak Jumatan 3 kali berturut-turut
Lalu bagaimana jika 3 kali jumatan berturut turut atau lebih tak jumatan ?  Adakah itu termasuk suatu kemaksiatan ? 
Sabda Rasululah saw yg diriwayatkan Imam Ahmad :
... : من ترك الجمعة ثلاثا من غير عذر  طبع الله على قلبه  ( الحديث من رواية احمد)
..siapa yang meninggalkan jumata tiga kali tanpa udzur, maka Allah aka menutup hatinya..
Dari hadis tersebut orang yg  meninggalkan jumatan 3 kali berturut turut,  yg diancam Allah itu bagi yang meninggalkan tanpa udzur. Karena itu jika umat Islam meninggalkan jumaatan karena ada udzur darurat corona, meski 3 kali jumatan atau lebih, tak termasuk dalam amcaman Allah swt tsb.
Takmir Meniadakan Jumatan
Lalu mengapa para takmir masjid harus meniadakan jumatan pula dlm situasi darurat corona  ini ?
Takmir dalam menyelenggarakan jumatan atau tidak juga tak lepas dari terpenuhinya syarat syarat jumatan.  Misalnya jika yg berkumpul hanya 10 orang, jumhurul ulama  berpandangan tak memenuhi syarat mendirikan jumatan. Padahal jika takmir mengumpulkan 10 orang lebih itu melanggar aturan ulil amri.
  Syaikh Zainudin al Malaibari dalam karyanya Fathul Muin menjelaskan bahwa jumatan itu diwajibkan saat Nabi saw di Makkah, namun belum bisa didirikan karena kurangnya jumlah jamaah atau karena syiar  jumatan itu harus dinampakkan tak boleh sembunyi sembunyi.
Selain alasan tersebut, maqoshidus syariah (tujuan dari syariah) itu tak lepas dari al dloruriyatul khoms (lima prinsip  pokok), salah satunya adalah hifdzun nafs (menjamin kelesalamatan jiwa). Jika menyelenggarkan jumatan malah mengacam keselematan nyawa jamaah, maka penyelenggaraan itu justeru bertentangan dengan tujuan syariat (maqoshidus syariah). 
Dalam kaidah fiqih juga  disebutkan, tasharruful imam 'alar ra'iyyah manuuthun bil mashlahah, bahwa  kebijakan seorang imam atas rakyat/jamaah bertumpu pada kemaslahatan.
Wal Hasil, dalam situasi darurat corona, mengganti jumatan dengan sholat dluhur di rumah bagi kaum muslimin dan meniadakan jumatan bagi para takmir masjid merupakan langkah yang dibenarkan dalam syariat.
Bahkan jika diniati dengan tulus ikhkas justeru memeliki banyak keutamaan, antara lain bisa tetap mendapat pahala jumatan dgn mengganti sholat dluhur,
Mendapat pahala syahid karena berdiam diri di saat adanya wabah penyakit, 
Mendapat pahala keutamaan mengambil rukhshoh dari Allah,
Mendapat pahala taat pada ulil amri dan pahala keutamaan menyelamatkan jiwa manusia dari penyakit atau kematian.
Semoga ada manfaatnya. Amien

HUKUM

Pengunjung

Kami memiliki 53 guests dan tidak ada anggota yang online

 

FOTO

            kirab mts     IMG 0192    paduan suara mts2

Go to Top
Template by JoomlaShine