FOTO

            kirab mts     IMG 0192    paduan suara mts2

Berita Ponpes Al-Imdad

dahar

Bantul, Minggu 06/10/19, Dalam rangka menyongsong Hari Santri 22 Oktober 2019 mendatang, PD Pontren Kementrian Agama Republik Indonesia menyelenggarakan Roan akbar di seluruh pondok pesantren yang ada di Indonesia, dalam acara ini Kasubdit PD Pontren mengadakan kunjungan di Pondok Pesantren Al Imdad Bantul Yogyakarta. Kunjungan dengan tema ROAN AKBAR Jaga Hati, Jaga Bumi ini mendapat respons yang sangat postiif dari para santri Pondok Pesantren Al Imdad Bantul Yogyakarta.

Roan atau Kerja Bakti sendiri sudah merupakan kegiatan rutin yang ada di setiap Pondok Pesantren, biasanya diadakan satu minggu sekali pada hari libur, Jum'at atau Ahad. Di Pondok Pesantren Al Imdad sendiri, roan biasanya dilakukan setiap hari Ahad.

Pada Hari Ahad, 06 Oktober Kira-kira pukul 09:00, Kasubdit PD Pontren Bp. Dr. H. Basnang Said, S.Ag, M.Ag tiba di Pondok Pesantren Al Imdad komplek Putri Kauman Wijirejo, Pandak, Bantul disambut oleh Para Santriwati bersama Pengasuh Pondok Pesantren Putri Bpk KH. Ahmad Murod dan Ketua Yayasan Pondok Pesantren Al Imdad Bpk Dr. H. Athonari Humam. Setelah bercakap-cakap mengenai Pondok Pesantren Al Imdad, rombongan berkeliling meninjau kegiatan roan santri putri yang ada di beberapa titik, salah satunya adalah pembersihan selokan di depan Pondok Pesantren Al Imdad Putri.

 IMG 7921

Peninjauan Kasubdit PD Pontren pada Roan Akbar PP Al Imdad 

Setelah itu, rombongan menuju Pondok Pesantren Al Imdad Putra yang berjarak kurang lebih 3km dengan  Kunjungan pertama di komplek Al imdad Farm yang dimotori oleh Bp. Agung Budi Prastawa di Beji Wetan, Sendangsari, Pajangan, Bantul. Komplek Al Imdad Farm ini adalah Komplek dengan kegiatan Liftskill yang bermacam-macam, ada pembuatan tempe tahu, ternak Ayam, Burung, kambing, budidaya Maggot, penanaman hidroponik, dan perikanan dengan didesaint menjadi Taman wisata. pada saat itu Kasubdit PD Pontren menyaksikan dan ikut terjung langsung dalam Panen Bawang Merah. Setelah lama berbincang bincang dg Para Pengasuh dan juga para Santri Perjalanan dilanjutkan ke lokasi yang akan dibuat sebagai lahan  Agro Wisata Buah PP Al Imdad. Bersamaan dengan ini hadir Bpk Lurah Desa Guwosari, Bpk Dukuh Kedung Guwosari, dan Para tokoh Masyarakat disekitar Pondok Pesantren Al Imdad.

Dalam sambutannya Pengasuh Pondok Pesantren Al Imdad, KH.Dr. Habib A Syakur menyampaikan Bahwa Al Imdad Berkembang bersama Tantangan, dari permasalahan akademik, permasalahan Ekonomi Masyarakat, permasalahan sarana, dan permasalahan lain yang dihadapi oleh umumnya lembaga pendidikan dan Pondok Pesantren, Al Imdad mencoba untuk menguraikan semuanya.

Sementara itu Kasubdit PD Pontren Bpk Dr. H Basnang Said, M.Ag dalam sambutanya menyampaikan bahwa pada peringatan Hari santri 2019 ini pondok pesantren mendapat Kado Istimewa yang berupa ditetapkannya Undang-undang Pesantre oleh Pemerintah, sehingga keberadaan pondok Pesantren sebaga Lembaga Pendidikan, Lembaga Dakwah, dan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat telah diakui oleh Pemerintah, oleh karena itu Para Santri pada saat ini diharapkan Menjadi Generasi Penerus Perjuangan para Ulama' dan juga Para Umaro, bukan hal yang mustahil jika nanti ketika Negara Republik Indonesia ini berumur satu Abad, diantara kalian para santri ada yang  menjadi Bupati, ada yang menjadi Gubernur, ada yang menjadi Menteri, Bahkan ada yang menjadi Presiden, seraya disambut tepuk tangan yang sangat antusias oleh 700an Santri Al Imdad berkumpul bersama saat itu. 

Setelah selesai menyampaikan sambutannya dilanjutkan secara simbolis Penanaman Pohon Buah di lokasi Agro wisata Kebun Buah PP Al Imdad dan dilanjutkan "Dahar Kembul" (makan Bersama) Kasubdit PD Pontren dengan Santri Al Imdad.

IMG 7964

Add a comment

mtq1

Musabaqoh Tilawatil Qur’an yang menjadi ajang rutin digelar oleh pemerintah kabupaten Bantul pada hari Rabu 11 September 2019, MTQ tahun ini dilaksanakan di kecamatan Pleret Kab. Bantul untuk menggali generasi-generasi Qur’ani yang hafal, dan faham akan hal yang terkandung didalamnya.bukan hanya memahami arti, tetapi juga memahami tafsir atau penjelasan yang tersembunyi baik dengan bahasa Indonesia, bahasa Arab, bahkan dalam bahasa inggris. Selain untuk menggali generasi yang qur’ani, musabaqoh ini juga bertujuan untuk mempersiapkan kafilah yang akan mewakili kabupaten Bantul untuk maju dalam musabaqoh tingkat Provinsi bahkan juga akan mewakili Provinsi untuk maju kancah Nasional.

Dalam Musabaqoh yang digelar pada 11 September 2019 di balai desa Pleret Bantul ini banyak diikuti oleh Masyarakat Umum, Pondok-Pondok Pesantren, Madrasah di Kabupaten Bantul.

Banyak pondok pesantren, Madrasah yang mengirimkan putra putri terbaiknya untuk bukan sekedar berlomba tetapi juga memperdalam hafalan dan juga Pemahaman tentang Al-Qur’an. Termasuk salah satu diantaranya adalah Pondok Pesantren Al-Imdad, ikut andil didalam MTQ Kabupaten bantul tahun 2019 ini , dengan harapan dapat membanggakan nama baik Pondok Pesantren dan juga dapat menjadi cambuk bagi semua santri terutama yang mengikuti Perlombaan agar lebih giat dalam mempelajari Al-Qur’an.

Dalam kesempatan MTQ Kabupaten Bantul 2019 ini , Alhamdulillah Pondok Pesantren Al-Imdad dapat mempersembahkan beberapa kejuaraan baik itu dalam cabang Hafalan, Tafsir maupun pemahaman Al-Qur’an ,diantaranya adalah :

  1. Juara 1 cabang Tafsir B.Arab yang diraih Fauziah Childa
  2. Juara 1 cabang Hifdzil Qur’an 10 Juz yang diraih Nur Chamidah
  3. Juara 2 cabang tafsir B.Inggris yang diraih Siti Fatimatuz Zahra
  4. Juara 2 cabang tilawah dan hifdzil Qur’an 5 juz yang diraih Afi Humairo
  5. Juara 2 cabang fahmil Qur’an yang diraih oleh Tika Fadhilah,Qii Nafsaki Hutami Syam dan Zidni Ni’amah
  1. mtq 2

Dalam musabaqoh tahun ini Kecamatan Pandak bias masuk dalam 5 besar dari 17 Kecamatan yang ada di Kabupaten Bantul.

     Semoga dengan diraihnya beberapa juara ini dapat meningkatkan minat dan semangat santri dalam menghafal dan juga memahami Al-Qur’an secara menyeluruh. Dan juga menjadi pemompa semangat bagi santri santri yang lain untuk bisa menjadi seorang generasi Qur’ani yang intelek,milenial dan yang terpenting yakni memahami Al-quran sampai isi yang terkandung secara jelas ataupun tersembunyi, bukan hanya memahami Al-Qur’an sebatas kulitnya saja dan mengaku sebagai seseorang yang paling faham dan ahli dalam memahami Al-Qur’an.

Selain itu , semoga prestasi dan tradisi ini terus bisa bertahan, seiring dengan semakin bertambahnya umur Ponpes Al-Imdad. Dan menjadikan PONPES AL-IMDAD menjadi pondok pesantren yang mempunyai basis di bidang Al-Qur’an dan juga kajian kitab kuning yang baik yang dikenal seluruh masyarakat DIY bahkan masyarakat Indonesia, amiiin.

#By Abdurrahmanalasyrof

Add a comment

 UJI PUBLIK

Penyusunan dan pengembangan KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) yang sesuai dengan tuntunan perkembangan dunia Pendidikan, IPTEKS dan kearifan local menjadi hal sangat krusial di satuan Pendidikan. KTSP merupakan dokumen acuan dalam pelaksanaan perjalanan program di satuan Pendidikan. Sehingga KTSP wajib diketaui oleh semua warga pada satuan Pendidikan. Selain itu KTSP pun perlu disosialisasikan kepada komite, wali, warga dan juga murid. Maka pada hari Selasa, 4 September 2019 MTs Al Falaah mengadakan uji public KTSP untuk tahun pelajaran 2019/2020. Dalam acara ini dihadiri Dr. KH. Habib Abdus Syakur selaku nara sumber utama sekaligus sebagai pengasuh Pondok Pesantren Al Imdad Bantul, Ibu Dra. Hj. Ening Yuni Soleh Astuti, M.A. sebagai pengawas madrasah, Komite, MWC NU Pandak, wali siswa dan juga tokoh masyarakat.

Acara uji public KTSP ini diadakan seteleh proses penyusunan KTSP medapat review, revisi dan pada akhirnya layak untuk disosiaslikan. Pada sambutanya, Ahmad Murod selaku kepala Madrasah menyampaikan bahwa MTs Al Falaah berbeda dengan madrasah lain, karena dalam pengelolaannya berada di bawah pondok pesantren dan didukung dengan lingkungan dan sumber daya manusia yang mumpuni dalam melaksanakan proses belajar dengan program-program Unggulannya. Selain itu ditambahkan pula bahwa MTs Al Falaah dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan baik secara kualitas maupun kuantitas. Hal ini dibuktikan dengan berhasilnya siswa MTs Al Falaah menjadi wakil propinsi DIY dalam ajang KSM Nasional dan juga melonjaknya jumlah peminat siswa baru yang mendaftar ke MTs. Dan selama 30 tahun madrasah ini berdiri, tahun akademik ini menjadi tahun dengan jumlah siswa terbanyak.

Dalam uji public KTSP dipaparkan isi dari KTSP yang terdiri dari landasan, tujuan, visi misi dan juga struktur kurikulum yang diterapkan di MTs Al Falaah. Paparan disampaikan oleh wakamad bidang kurikulum. Dari paparan tersebut diharapkan semua peserta dapat memahami isi dan muatan yang ada dalam dokumen 1 KTSP.

UJI 2

Dalam sambutannya, pengawas madrasah menyampaikan saran yang membangun untuk menyempurnakan KTSP sebelum di sahkan. Pengawas juga memberikan apresiasi atas selesainya penyusunan KTSP ini dan bias menjadi contoh bagi madrasah lain untuk segera menyelesaikan dokumen 1. Selain beliau menambahkan hal ini sangat penting pula untuk menyongsong kegiatan visitasi akreditasi yang mana MTs Al Falaah harus mengajukan akreditasi pada tahun 2021.KH. Habib Syakur sebagai nara sumber dan pengasuh PP Al Imdad memberikan beberapa arahan dalam acara ini. Selain memberikan penguatan atas berlakunya KTSP di MTs Al Falaah, beliau juga memberikan arahan untuk lebih menguatkan Pendidikan karakter yang diimplementasikan kedalam semua mata pelajaran. Selain itu beliau menggaris bawahi bahwa dengan jumlah siswa yang hampir 98 persen menjadi santri mukim di Pondok Pesantran Al Imdad, maka secara tidak langsung membuat pula MTs Al Falaah ini sebagai bagian yang tak terpisahkan dari pondok pesantren. Oleh karena itu budaya, ajaran dan peraturan pondok haruslah selalu diimplementasikan oleh seluruh warga madrasah. Jangan sampai terjadi dikotomi atau pemisahan antara madrasah dan pondok pesantren. Aca uji public ini diakhiri dengan disahkannya draft KTSP oleh pengawas madrasah.

by Nana

ujii

Add a comment

Literasi dalam dunia Islam telah hidup semenjak agama ini hadir pertama kali dengan wahyu perintah membaca pada Q.S Al-'Alaq. Di tengah-tengah dinamika penulisan al-Qur'an sejak masa Nabi SAW hingga kekhalifahan Utsman bin 'Affan RA, periwayatan hadits juga menorehkan sejarah literasinya sendiri yang sama saja terus berkembang dan berkelanjutan hingga hari ini.

Munculnya bidah-bidah dalam hal keilmuan Islam, yang bermuara pada Qur'an-Hadits dan Tarikh Islam, mencapai titik mengagumkan dengan keberadaan lebih dari 20 disiplin pelajaran baru seperti yang diceritakan dua sejarawan kontemporer; Fuad Sezgin dari Turki dan Carl Brockelmann seorang orientalis berkebangsaan Jerman, dalam persaingan karya tulis mereka berdua.

Sezgin selama 15-san tahun menulis Tarikh at-Turats al-'Arabi untuk menyusul Geschichte der Arabischen Schrifttums-nya Brockelmann, yang sama-sama merekam perjalanan literasi Islam. Rasulullah SAW pernah terindikasi menyampaikan anjuran agar umat Islam mengikat ilmu dengan tulisan, dan barangkali itulah motif para sarjana Islam menulis —selain juga karena mengangkat pamor dan prestise.

Sumber-sumber ilmu Islam yang dikerjakan para ulama dari masa ke masa, kini telah berevolusi; dari bentuk kuno, tradisional, print out menjadi naskah digital dan bahkan kiwari telah ditranskrip berupa berbagai perangkat lunak komputer yang instan. Maktabah Syamilah, atau Shamela, menjadi juara —karena lebih lengkap dan mumpuni—diantara aplikasi-aplikasi lain, semisal, software ilmu tafsir dan hadits Mausu'ah at-Tafasir wa 'Ulum al-Qur'an dan Mausu'ah al-Hadits as-Syarif. Dari Indonesia sendiri, ada aplikasi Qur'an Kemenag yang memuat mushaf sekaligus tafsirnya, dibuat oleh Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an Kementerian Agama RI. Ada juga ensiklopedi hadits, Lidwa, dari Lembaga Ilmu dan Dakwah Publikasi Sarana Keagamaan. Pusat Kajian Hadits di Jakarta juga menciptakan perpustakaan Islam digital. Pun begitu, Syamilah lebih familier digunakan. Para kyai dan santri lebih mengandalkannya, dibanding yang lain, ketika mencari landasan "Bahtsul Masail". Sebagian pesantren bahkan memodifikasi Syamilah dengan menambah hasil kajian mereka sendiri ke dalam daftar isi aplikasi, lalu menyebarkannya.

Berawal dari Kalangan Ilmiah Daring

Digitalisasi sumber-sumber tulisan Islam —atau terkenal sebagai kitab kuning di kuping Indonesia— seperti Maktabah Syamilah belum banyak diteliti sejarahnya. Benar ada sebuah jurnal yang digarap sekelompok penulis barat berjudul "Shamela: A Large-Scale Historical Arabic Corpus", pun demikian, karya Yonatan Belinkov dkk tersebut tidak menjelaskan bagaimana latar belakang komputerisasi turats elektronik tersebut. Berawal dari ketersedian jaringan informasi internet, muncul grup diskusi pemikiran tentang ajaran dan isu keislaman. Halaman situs yang dibuat laiknya media sosial tatap muka bernama Multaqā Ahl al-Hadits (forum pengkaji hadits) menjadi primadona kalangan akademikus Islam. Walaupun dengan nama ahli hadits, situs tersebut di dalamnya tiada lain kecuali diskusi dan perdebatan seputar berbagai isu-isu Islam, terutama Qur'an-Hadits dan hukum fiqh. Tentu saja bahasa yang digunakan ialah Arab, bukan terjemah bahasa lain.

Multaqā Ahl al-Hadits merupakan situs islami pertama yang didedikasikan untuk para pengkaji dan ahli ilmu syariat, anggotanya tidak terbatas dari Timur Tengah, namun seantero dunia termasuk Indonesia. Siapapun bisa masuk mendaftarkan diri untuk terlibat langsung dalam forum daring tersebut. Aturan utama dalam keterlibatan di dalamnya didasarkan pada keikhlasan demi Allah SWT semata. Pada tahun 2007, salah seorang anggota forum, Aissam Bachir, membuat pernyataan di situs Multaqā bahwa Maktabah Syamilah muncul pertama kali dalam forum kajian tersebut, bahkan ia menyebut juga tentang ketenaran kitab-kitab pdf yang benar-benar bermula dari media diskusi daring tersebut.

Maktabah Syamilah sendiri di-launching pada April 2005 untuk versi pertama, yang berupa aplikasi offline, terbatas pada sistem operasi Windows. Selanjutnya pada 2006 hingga 2008 dikembangkan agar bisa pengguna leluasa untuk mengatur opsi kitab dan mempermudah menyalin naskah dengan ketersediaan tombol khusus. Semuanya dipersembahkan secara gratis (majani). Dengan berkembangnya ponsel pintar, semacam iPhone dan Android, pihak Syamilah memperluas pemrograman aplikasinya agar bisa terbaca dalam iOS-nya Apple dan OS Android pada tahun 2012, tetap dengan karakter bebas harga bahkan tanpa iklan layaknya apps yang biasa ditemukan di apps-store. Sebelumnya pada tahun yang sama telah dirilis Maktabah Syamilah yang bersifat daring tanpa harus mengunduh aplikasi. Konten kitab yang dikandung Syamilah mencapai lebih dari 6100 judul. Informasi mengenai hal itu dan panduan aplikasi disampaikan secara resmi dalam situs sekaligus peranti daring mereka.

Perpustakaan lain yang punya relasi dengan Syamilah ialah Waqfeya Syamilah dan Al-Meshkat. Pengoprasian Syamilah cukup mudah —tentunya bagi kalangan terpelajar referensi Arab gundul semisal lulusan UIN atau pesantren— hanya dengan mengetik kata kunci dan memfilter kitab apa saja, dan disiplin ilmu yang akan disinggung, dan wus, akan muncul pembahasan sesuai yang diketikkan di kolom pencarian, dari kitab-kitab yang dituju. Tak kurang puluhan cabang pengetahuan, dari Akidah, Tafsir, Hadits, Ilmu Qur'an-Hadits, Ushul dan Qawaidul Fiqh, Tarikh, Nahwu, Shorof, Balaghah, Tasawuf, hingga Kesehatan dan Geografi, tersedia di dalam Syamilah secara skala besar. Dari ribuan judul yang tersedia, jika dikalilipatkan dengan volume berbagai kitab berjilid, tentu bisa mencapai ratusan ribu eksemplar cetakan, yang untuk menampungnya sebagai perpustakaan fisik, akan butuh gedung luas dan bertingkat. Harus menyediakan ruang memori hardisk tak kurang dari 90 hingga 250 GB, untuk versi unduhan sangat lengkap, agar bisa menjalankan aplikasi itu di komputer. Akan tetapi, rata-rata pengguna memakai ukuran minimal 15,4 GB, yang mana sudah cukup lengkap dan bisa diandalkan untuk kebutuhan referensi standar para kyai dan dosen.

Sementara untuk versi Android dan iOS, pengguna bisa memilih dan gonta-ganti file kitab yang ingin dicantumkan dalam daftar isi aplikasi, agar menyesuaikan kapasitas memorinya. Bagi pengkaji hadits, Syamilah juga dapat digunakan untuk menilai kekuatan sahih dan tidaknya sebuah hadits (takhrij). Tugas selanjutnya, bagi pengguna, ketika telah menemukan materi bahasan dari sumber-sumber yang tersedia ialah menelaahnya dengan teliti satu persatu. Pihak di Belakang Layar dan Tandingannya Dari situs resminya, nama-nama yang diperlihatkan hanya terbatas pada beberapa individu. Ada Othman Taha (Utsman Toha), seorang kaligraf asal Suriah yang menetap di Saudi, sebagai kreator yang menuliskan nama Maktabah Syamilah dengan gaya naskhi. Rancangan-rancangan yang lain dikerjakan oleh sebagian anggota Multaqā. Abu Khaled As-Sulami dan beberapa nama lain disebut oleh situs Maktabah Syamilah, mereka merupakan para pentolan yang digelari sebagai Masyāyikh dan pengurus Multaqā. Keterkaitan Maktabah Syamilah dengan Multaqā adalah sinyal kuat bahwa kontribusi pembuatan aplikasi tersebut dijabani oleh orang-orang Multaqā yang kebanyakan berasal dari kota Madinah.

Jika ditelisik lebih lanjut dalam aplikasi Syamilah yang tersedia di ponsel pintar, akan ditemukan informasi keterlibatan Biro Dakwah Islam Ar-Rawdah, sebuah kerjasama badan amal yang bergerak dalam islamisasi, yang berkantor di Riyadh, Arab Saudi. Sebagian kalangan meragukan keberadaan Syamilah sebagai platform yang mengandung pengaruh ideologi Wahabi. Demikian tidak seutuhnya salah, karena memang kitab-kitab karya Ibnu Taimiyah dan Al-Bani secara khusus mendapat lis tersendiri yang juga menonjol di antara yang lain. Karya Bin Baz juga banyak tercantum dalam beberapa cabang ilmu. Nama-nama tersebut acap diidentikkan dengan kandungan ideologi Wahabi. Di sisi lain, Syamilah sebenarnya juga memuat karya ulama Asy'ariyah dan ulama sufi seperti Al-Ghazali dan yang lainnya, yang memuat konsep tauhid yang sama sekali berbeda dari Salafi-Wahabi. Untuk referensi hasil karya ulama Syi'ah dan Ahmadiyah sama sekali tidak ada, yang ada justru kitab-kitab yang berlawanan dengan dua kelompok tersebut. Jika toh ada, minimal hanya karya ulama yang disinyalir bahwa pengarangya berafiliasi ke mazhab Syi'ah. Menurut penelusuran kami, bila ingin mendapatkan aplikasi serupa dengan Syamilah tapi berisi karya ulama Syi'ah, hingga artikel ini ditulis, siapapun dapat menemukannya di beberapa akun medsos dan situs blog, yang menjualnya atau menyediakan secara gratis. Sepertinya itu dibuat untuk menyaingi Syamilah.

Akan halnya tuduhan bahwa orang-orang Salafi-Wahabi telah merubah konten yang terdapat dalam kitab-kitab di dalam Syamilah, seperti yang sering dipahami, pengguna dipersilakan dan dapat langsung kroscek ke kitab versi cetak. Syamilah telah melengkapi keistimewaan aplikasinya dengan tanda kitab muwāfiq lil mathbū' (penomoran halaman sesuai versi cetak), untuk kepentingan verifikasi. Abdul Halim, seorang dosen IAIN Surakarta, dalam bukunya Wajah Al-Qur'an di Era Digital (2018), "meskipun dikatakan oleh sebagian kalangan bahwa piranti ini dibuat oleh kalangan Salafi-Wahabi yang memuat ajaran-ajaran mereka, namun tidak menutup kemungkinan aplikasi ini (Syamilah) sangat berguna bagi kalangan akademisi". Di era kemajuan dan keterbukaan informasi, siapapun hampir mustahil bisa menghalangi siapapun untuk membaca karya siapapun.

By Ulil

Add a comment


kibarhormat 

Sabtu, 17 Agustus 2019 | 07:00 WIB

Upacara pengibaran Bendera Merah Putih dalam rangka memperingati Dirgahayu Republik Indonesia ke-74 di Halaman Masjid Syabilurrosyad, Kauman Wijirejo, Pandak, Bantul, DI Yogyakarta yang diikuti oleh santriwati serta Dewan asatidz pondok pesantren Al Imdad Komplek Putri berjalan cukup khidmat.

Sekitar pukul 08:20 Wib pasukan pengibar bendera yang terdiri dari siswi MTs Al Falaah, Pandak, Bantul bergerak mengibarkan bendera diiringi oleh lagu Indonesia Raya yang di komando oleh Ananda Ivcy Elga ( kelas 9 MTs Al Falaah ).

Bertindak sebagai pembina upacara Bpk. KH. Dr. Atthobari Hummam memimpin peserta upacara untuk mengheningkan cipta diiringi lagu yang mengalun begitu khidmat. Ini terlihat dari tidak adanya suara saat prosesi mengheningkan cipta, selain suara dari group paduan suara Mts Al Falaah.

Tidak lupa pula dalam sesi amanat, Pembina memberikan prakata diantaranya adalah bahwa kita harus bersyukur hadir saat Negara Indonesia sudah Merdeka, karena untuk memproklamirkan Kemerdekaan saat itu membutuhkan usaha yang sangat keras. Bagaimana kita melewati 350 tahun lebih dijajah oleh penjajah, dan selama itu banyak hal yang harus dikorbankan termasuk nyawa.

Amanat selanjutnya adalah tentang Slogan Kemerdekaan tahun ini yaitu "SDM kuat dan cerdas Menuju Indonesia Unggul", bahwasanya Indonesia akan menjadi kuat dan unggul itu dengan sumber daya manusia yang kuat dan unggul pula.

Isnaini Nuradiba selalu ketua osis mengatakan bahwa "Kita sebagai santri milenial harus ikut andil dalam prosesi Menuju Indonesia Unggul ini, Karena sejak dahulu kemerdekaan tidak lepas dari peran para santri di seluruh pelosok Indonesia ini".

Selanjutnya upacara diakhiri dengan menyanyikan lagu 17 Agustus 1945, di ikuti oleh seluruh peserta upacara kemerdekaan pagi tadi.

(lala-Santri Al Imdad)

peserta

Add a comment

Subkategori

VISI PONDOK PESANTREN AL IMDAD

 “SANTRI SALIH”

  • Santun

  • Agamis

  • Nasionalis

  • Terampil

  • Ramah

  • Inovatif dan

  • Sadar Lingkungan Hidup

 

 "MISI"

  1. Mendidik santri menjadi pribadi yang santun di manapun dan kapanpun

  2. Menghantarkan santri berilmu ke-Islam-an yang luas dan mendalam berdasar pada tradisi para ‘Ulama Negeri.

  3. Menghantarkan santri berwawasan kebangsaan yang kuat.

  4. Menghantarkan santri menjadi pribadi yang mandiri dan terampil

  5. Menumbuhkembangkan sikap ramah santri baik kepada sesama manusia maupun kepada lingkungan.

  6. Menghantarkan santri yang memiliki  pengembangan keIslaman di berbagai bidang

  7. Meningkatkan wawasan ke-Islam-an dan keilmuan yang berbasis pada lingkungan hidup.

Go to Top
Template by JoomlaShine