Berita Ponpes Al-Imdad

 
❤Dulu Agama Menghancurkan Berhala. Kini Agama jadi Berhala. Tak kenal Tuhannya, yang Penting Agamanya.
 
❤Dulu Orang Berhenti Membunuh karena Agama. Sekarang Orang saling Membunuh karena Agama.
 
❤Dulu Orang saling Mengasihi karena beragama. Kini Orang saling Membenci Karena beragama.
 
❤Ajaran Agama tak pernah Berubah dari dulu, Tuhannya pun tak Pernah Berubah dari dulu. Lalu yang Berubah apa ? 
MANUSIANYA !!!
 
❤Dulu Pemimpin Agama dipilih berdasarkan kepintarannya, yang paling Cerdas diantara Orang-orang lainnya. Sekarang Orang yang paling Dungu yang tidak bisa Bersaing dengan Orang-orang lainnya, dikirim untuk Belajar jadi Pemimpin Agama.
 
❤Dulu Para Siswa diajarkan untuk harus belajar Giat dan Berdo'a untuk bisa Menempuh ujian. Sekarang Siswa Malas Belajar, tapi sesaat sebelum Ujian Berdo'a paling Kencang, karena diajarkan Pemimpin Agamanya untuk Berdo'a supaya Lulus.
 
❤Dulu Agama Mempererat Hubungan Manusia dengan Tuhan. Sekarang Manusia Jauh dari Tuhan karena terlalu Sibuk dengan urusan-urusan Agama.
 
❤Dulu Agama ditempuh untuk mencari Wajah Tuhan. Sekarang Agama ditempuh untuk Cari Muka di hadapan Tuhan.
 
❤Esensi beragama telah dilupakan. Agama kini hanya Komoditi yang Menguntungkan pelaku bisnis Berbasis Agama, karena Semua yang Berbau Agama telah didewa-dewakan, takkan pernah dianggap Salah, tak pernah ditolak, dan jadi keperluan pokok melebihi Sandang, Pangan, papan. Agama jadi hobi, tren, dan bahkan Pelarian karena tak tahu lagi mesti Mengerjakan apa.
 
❤Agama kini diperTuhankan, sedang Tuhan itu sendiri dikesampingkan. Agama dulu Memuja Tuhan. Agama kini menghujat Tuhan. Nama Tuhan dijual, diperdagangkan, dijaminkan, dijadikan Murahan, oleh Orang-Orang yang Merusak, Membunuh, sambil Meneriakkan nama Tuhan.
 
❤Tuhan mana yang Mengajarkan tuk Membunuh? Tuhan mana yang Mengajarkan tuk Membenci? Tapi manusia Membunuh, Membenci, Mengintimidasi, Merusak, Sambil dengan Bangga Meneriakkan Nama Tuhan, berpikir bahwa Tuhan sedang disenangkan Ketika ia Menumpahkan Darah Manusia lainnya.
 
❤Agama dijadikan senjata tuk Menghabisi Manusia lainnya. Dan tanpa disadari Manusia sedang Merusak Reputasi Tuhan, dan sedang mengubur Tuhan dalam-dalam di balik Gundukan Ayat-Ayat dan Aturan Agama.
 
❤K.H. A. MUSTOFA BISRI
 
Add a comment

Hukum Batalkan Puasa Sunah dan Konsekuensinya

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

Redaksi Bahtsul Masail NU Online, sebagian umat Islam mengamalkan puasa sunah Syawal. Tetapi sebagian dari mereka terpaksa membatalkan puasanya di tengah jalan karena berkunjung silaturahmi lebaran ke rumah saudara dan kerabatnya. Mohon penjelasannya. Terima kasih. Wassalamu ‘alaikum wr. wb. (Fajar/Buleleng).

Jawaban
Assalamu ‘alaikum wr. wb.
Penanya yang budiman, semoga Allah SWT menurunkan rahmat-Nya untuk kita semua. Puasa sunah Syawal memiliki keutamaan luar biasa sebagaimana riwayat dari Rasulullah SAW berikut ini:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ اَلدَّهْرِ (رَوَاهُ مُسْلِمٌ


Artinya, “Siapa saja yang berpuasa di bulan Ramadhan kemudian mengiringinya dengan puasa enam hari pada bulan Syawal, maka itu seperti puasa setahun penuh,” (HR Muslim).

Lalu bagaimana mereka yang telah memulai puasa sunah Syawalnya, lalu membatalkannya di tengah jalan?

Perihal ini, ulama membuat rincian (tafsil). Untuk pembatalan puasa sunah dengan udzur, ulama sepakat bahwa puasanya tidak perlu diqadha. Tetapi ketika puasa sunah itu dibatalkan tanpa udzur, ulama berbeda pendapat sebagai keterangan Ibnu Rusyd berikut ini:

وأما حكم الإفطار في التطوع فإنهم أجمعوا على أنه ليس على من دخل في صيام تطوع فقطعه لعذر قضاء. واختلفوا إذا قطعه لغير عذر عامدا فأوجب مالك وأبو حنيفة عليه القضاء. وقال الشافعي وجماعة: ليس عليه قضاء


Artinya, “Adapun hukum membatalkan puasa sunah, ulama bersepakat bahwa tidak ada kewajiban qadha bagi mereka yang membatalkan puasa sunahnya karena udzur tertentu. Tetapi ulama berbeda pendapat perihal mereka yang membatalkan puasa sunah dengan sengaja (tanpa udzur tertentu). Imam Malik dan Abu Hanifah mewajibkan qadha puasa sunah tersebut. Tetapi Imam As-Syafi’i dan sekelompok ulama lainya mengatakan bahwa ia tidak wajib mengqadha puasa sunah yang dibatalkannya,” (Lihat Ibnu Rusyd, Bidayatul Mujtahid wa Nihayatul Muqtashid, [Beirut, Darul Kutub Al-Ilmiyah: 2013 M/1434 H], cetakan kelima, halaman 287).

Perbedaan pandangan di kalangan ulama perihal ini terjadi karena perbedaan kedua kelompok dalam menganalogikan puasa sunah tersebut. Ulama yang mewajibkan qadha seperti Imam Malik dan Abu Hanifah menganalogikan puasa sunah ini dengan ibadah haji. Sedangkan Imam As-Syafi’i menganalogikan puasa sunah itu dengan ibadah shalat. Konsekuensi pembatalan kedua ibadah ini, yaitu haji dan shalat, memang berbeda. Perbedaan konsekuensi keduanya itu kemudian diturunkan pada pembatalan puasa sunah.

Imam Syafi’i mengambil posisi yang jelas bahwa ia tidak mewajibkan qadha bagi mereka yang membatalkan puasa sunah Syawal atau puasa sunah lainnya. Meskipun demikian, ia menganjurkan mereka itu untuk mengqadhanya.

Kecuali itu, ia juga menyatakan makruh pembatalan puasa sunah tanpa udzur. Hal ini disebutkan dalam Kitab Kifayatul Akhyar berikut ini:

ومن شرع في صوم تطوع لم يلزمه إتمامه ويستحب له الإتمام فلو خرج منه فلا قضاء لكن يستحب وهل يكره أن يخرج منه نظر إن خرج لعذر لم يكره وإلا كره 


Artinya, “Orang yang sedang berpuasa sunah tidak wajib merapungkannya (hingga maghrib). Tetapi ia dianjurkan untuk merampungkannya. Jika ia membatalkan puasa sunah di tengah jalan, tidak ada kewajiban qadha padanya, tetapi dianjurkan mengqadhanya. Apakah membatalkan puasa sunah itu makruh? Masalah ini patut dipertimbangkan. Jika ia membatalkannya karena udzur, maka tidak makruh. Tetapi jika tidak karena udzur tertentu, maka pembatalan puasa sunah makruh,” (Lihat Abu Bakar Al-Hishni, Kifayatul Akhyar, [Beirut, Darul Fikr: 1994 M/1414 H], juz I, halaman 174).

Salah satu udzur syari adalah menghormati tuan rumah yang menjamu orang puasa yang sedang berkunjung kepadanya sebagai keterangan di dalam Kitab Kifayatul Akhyar berikut ini:

ومن العذر أن يعز على من يضيفه امتناعه من الأكل ويكره صوم يوم الجمعة وحده تطوعا وكذا إفراد يوم السبت وكذا إفراد يوم الأحد والله أعلم


Artinya, “Salah satu udzur syar’i adalah penghormatan kepada orang yang menjamunya yang mencegahnya untuk makan. Makruh juga puasa sunah hari Jum‘at semata. Sama makruhnya dengan puasa sunah hari Sabtu semata atau hari Ahad saja. Wallahu a‘lam,” (Lihat Abu Bakar Al-Hishni, Kifayatul Akhyar, [Beirut, Darul Fikr: 1994 M/1414 H], juz I, halaman 174).

Demikian jawaban singkat kami. Semoga bisa dipahami dengan baik. Kami selalu terbuka dalam menerima kritik dan saran dari para pembaca.

Wallahul muwaffiq ila aqwathih thariq,
Wassalamu ’alaikum wr. wb.



(Alhafiz Kurniawan)

Catatan: Naskah ini terbit pertama kali di NU Online pada Senin, 18 Juni 2018 pukul 10:00. Redaksi mengunggahnya ulang tanpa mengubah isi tulisan.

Add a comment

 

 Bantul- Dalam rangka Program Kemitraan Masyarakat, Universitas Aisyiyah Yogyakarta, Minggu Pagi (21/4) Menggelar pelatihan pembuatan handmade di Komplek Putri Pondok Pesantren Al-Imdad, Bantul, Yogyakarta. Kegiatan ini di ikuti oleh santri putri dari kelas 10,11 dan 12. Dalam kegiatan ini santri di bekali keterampilan membuat kerajinan tangan atau handmade yakni membuat bros dari manik- manik. Menurut Ketua Panitia Program Kemitraan Masyarakat (PKM), Veni Fatmawati, SST,Ft., M.Fis tujuan di adakan pelatihan ini adalah mengajarkan dan mengembangkan potensi diri santri terkait dengan wirausaha dan kemandirian agar kedepannya santri bisa lebih kreatif dan inovatif dalam membuat kerajinan tangan yang lebih menarik.

Selain itu menurut, Farihatul Umariyah kelas 11 Aliyah, kegiatan ini merupakan kegiatan yang positif untuk mengisi waktu libur sekolah, dan dapat menambah pengetahuan dan kreatifitas santri.

Add a comment

Bantul- Untuk memunculkan dan membangun jiwa wirausaha atau entrepreneur dalam diri santri, Minggu pagi (28/4), Universitas Aisyiyah Yogyakarta menggelar Sosialisasi terkait dengan program kemitraan masyarakat yang bertema menumbuhkan jiwa kewirausahaan di Komplek Putri, Pondok Pesantren AL- Imdad, Bantul.

Kegiatan ini merupakan rangkaian dari Program Kemitraan Masyarakat yang bertujuan mewujudkan santri yang sehat dan mandiri.Kegiatan ini di ikuti oleh santri kelas tujuh, delapan, sembilan, sepuluh, dan sebelas. Untuk materi sosialisasi hari ini santri di ajak melihat video bersama-sama tentang bagaimana bekerja secara cerdas dan hal- hal apa saja yang dibutuhkan oleh wirausaha.

Menurut, Tri Winarsih, S.Psi, M.Psi, Psikolog yang merupakan pembicara dalam acara ini mengatakan tujuan diadakan acara ini yakni untuk menyemangati santri agar ke depannya santri mempunyai keinginan berwirausaha, dan bisa membuka peluang usaha untuk membuat lapangan pekerjaan bagi orang lain. Tri Winarsih juga mengharapkan setelah acara ini nantinya santri bisa terinspirasi, terbuka wawasannya dan berani untuk memulai usaha.

Wirausaha adalah seorang yang berani berusaha secara mandiri dengan mengerahkan segala sumber daya dan upaya meliputi kepandaian mengenali produk baru, menentukan cara produksi baru, menyusun operasi untuk pengadaan produk baru, memasarkannya, serta mengatur permodalan operasinya untuk menghasilkan sesuatu yang bernilai lebih tinggi.

Add a comment

PSB 1

Bantul, Respon masyarakat untuk menyekolahkan putra putrinya di Pondok Pesantren masih sangat tinggi, hal ini terlihat dari antusiasme orang tua dan murid dalam mendaftarkan diri pada Penerimaan Santri Baru (PSB) Pondok Pesantren Al- Imdad Bantul, yang terletak di dusun Kauman, Wijirejo, Pandak, Bantul. Hari Kamis Pagi( 07/03/2019) di Pondok Pesantrean Al- Imdad komplek putri telah berlangsung tes seleksi PSB tahap kedua untuk Gelombang I dan prestasi tahun pelajaran 2019/2020. Sebuah kegiatan yang selalu rutin di gelar setiap tahunnya. Peserta tes seleksi PSB diikuti oleh 93 siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) atau Madrasah Tsanawiyah (MTS), dan 137 siswa Sekolah Dasar (SD) dari berbagai daerah, serta para orang tua siswa yang ikut mendampingi putra putrinya.

Adapun tes seleksi PSB kali ini, calon santri mengikuti tes baca tulis Arab, Potensi Akademik, dan Wawancara.

Pengumuman hasil tes seleksi PSB Gelombang I akan di umumkan pada Hari Senin, (11/03/2019) di website Pondok Pesantrean AL- Imdad, AL-Imdad.org

Add a comment

Subkategori

VISI PONDOK PESANTREN AL IMDAD

 “SANTRI SALIH”

  • Santun

  • Agamis

  • Nasionalis

  • Terampil

  • Ramah

  • Inovatif dan

  • Sadar Lingkungan Hidup

 

 "MISI"

  1. Mendidik santri menjadi pribadi yang santun di manapun dan kapanpun

  2. Menghantarkan santri berilmu ke-Islam-an yang luas dan mendalam berdasar pada tradisi para ‘Ulama Negeri.

  3. Menghantarkan santri berwawasan kebangsaan yang kuat.

  4. Menghantarkan santri menjadi pribadi yang mandiri dan terampil

  5. Menumbuhkembangkan sikap ramah santri baik kepada sesama manusia maupun kepada lingkungan.

  6. Menghantarkan santri yang memiliki  pengembangan keIslaman di berbagai bidang

  7. Meningkatkan wawasan ke-Islam-an dan keilmuan yang berbasis pada lingkungan hidup.

PENGUMUMAN

HASIL TES SELEKSI SANTRI BARU

KLIK DISINI

 

 

marhaban ramadhan

RAMADAN 1440 H

Kalendar

« June 2019 »
Mon Tue Wed Thu Fri Sat Sun
          1 2
3 4 5 6 7 8 9
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30

FOTO

            kirab mts     IMG 0192    paduan suara mts2

Go to Top
Template by JoomlaShine