Berita Ponpes Al-Imdad

IMG 2902

Bantul-al-imdad.org. Pondok Pesantren Al Imdad pada Jum’at 17/01/2019 mendapat kunjungan dari MtsN 22 jakarta dalam rangka Outing Class dan Study Banding, yang bertujuan untuk mengenalkan profil Pondok pesantren Berwawasan lingkungan hidup, sekaligus saling berbagi asprirasi. Acara dibuka dengan sambutan dari pengasuh Pondok Pesantren Al-Imdad, Bpk KH Drs Habib Abdu Syakur, M.Ag, dilanjutkan sambutan dari kepala sekolah MTsN 22 Jakarta, Bapak Drs.H. Ahmad syakur MPd. Turut hadir serta, Kepala Madrasah MTs Al-Falaah Bapak KH Ahmad Murod S.Ag dan Kepala Madrasah Aliyah Unggulan Al-Imdad Bapak Durori M.Ag, Sementara dari pihak yayasan diwakili oleh Bapak Taufiq Bukhori dan dari Koordinator Life skill hadir Bapak Agung Budi Prastawa S.P. dan Bapak Rokhman Hakim Al-Hafidz.

            Acara dimulai dengan sesi tanya jawab, pada dasarnya dari MTsN 22 Jakarta ingin mengetahui kegiatan belajar mengajar (KBM) di PP Al-Imdad.Oleh Bpk KH Drs Habib Abdu Syakur, M.Ag dijelaskan bahwa kegiatan di pondok dibagi menjadi bebrapa kegiatan, diantaranya untuk ngaji, sekolah madrasah, Madin dan kegiatan life skill. Para guru dari MTsN 22 Jakarta menanyakan bagaimana pondok membagi waktu untuk kegiatan tersebut dalam sehari, oleh bapak Agung dijelaskan bahwa untuk kegiatan life skill itu kegiatan yang bersamaan dengan jam sekolah dimana setiap bulan dalam satu hari siswa didik untuk belajar keterampilan khusus untuk bekal memasuki dunia kerja, salah satunya produksi tempe, pemeliharaan unggas, membuat sabun deterjen, membuat sabun cuci piring, menanam sayur dan memilah sampah, jadi siswa madrasah selama seharian dalam satu bulan sekali berkegiatan di luar kelas tapi tetap dihitung masuk sekolah di absensi madrasah, untuk tempt kegiatannya berada di Al-Imdad Farm (ALIF)  dusun Beji, Sendang sari, Pajangan dari pondok sekitar 1 KM ke arah barat, di ALIF kegiatannya meliputi produksi tempe, produksi deterjen, sabun cuci piring, menanam sayur dan pemeliharaan unggas, kegiatan dipantau langsung oleh Bpk Agung Budi Prastawa S.P dan didampingi para Alumni. Lalu untuk pemilahan sampah dilakukan di Pondok itu sendiri, Bapak Hakim menjelskan “pertama tama seluruh pelosok pondok dibersihkan lalu sampahnya masukkan dalam gerobak untuk dipilah di Rumah Pilah, sampah dipilah antara sampah organik dan nonrganik, untuk sampah organik yang biasanya berasal dari dapur pondok dibuat menjadi kompos untuk dijadikan pupuk untuk tanaman yang ditanam di pondok maupun di Al Imdad Farm, sementara sampah non organik dikumpulkan dalam wadah menjadi satu untuk kemudian dijual, kemudian sampah akhir yang tidak bisa dimanfaatkan lagi dibuang di TPST Piyungan. selain itu Rumah pilah juga mengadakan program pengambilan sampah dari masyarakat yang ternyata banyak masyarakat antusias mengikuti program tersebut, jadi konsepnya para santri yang mengikuti program life skill dan dari Rumah pilah mengambili sampah dari rumah-rumah warga yang ikut dalam program tersebut”

 Ternyata banyak guru MTsN 22 Jakarta yang tertarik dengan pemilahan sampah ini, pasalnya Kepala Sekolah MTsN 22 Jakarta Bapak Drs.H. Ahmad syakur MPd. mengeluhkan biaya yang tidak sedikit untuk pemeliharaan sampah disekolahnya. Bagaimana tidak, dalam sehari MTsN 22 Jakarta dapat menghasilkan sampah sebanyak 1 truk dan sampah sebanyak itu harus segera ditangani setiap harinya, jadi ada petugas yang mengambil sampah-sampah tersebut setiap harinya dan pengambilan sampah-sampah tersebut memakan biaya yang banyak, dalam sehari biaya untuk menagani sampah-sampah tersebut sebesar 1 juta rupiah, sementara KBM diadakan selama satu minggu dengan libur 1 hari setiap minggunya, jadi biaya penanganannya kira-kira mencapai 26 juta dalam setiap bulan. Berbanding balik dengan penanganan pondok yang malah dapat menghasilkan uang, sehingga dapat digunakan sebagai biaya operasional Rumah pilah untuk terus menerus memilah sampah. “Sebenarnya pada intinya itu bagaimana untuk menyadarkan para santri agar peduli terhadap lingkungan sekitar mereka, sehingga kesadaran itu akan menghasilkan generasi yang peduli dengan lingkungan. Di pondok pesantren Al Imdad bervisikan SANTRI SALIH yaitu Santun, Agamis, Nasionalis, Terampil, Ramah, Inovatif dan SAdar LIngkungan Hidup” tutur Bapak Hakim. Bapak Agung menambahkan “Kalau pondok-pondok lain terkenal dengan juara kitabnya, Qur’annya dan lain lain, Di Al Imdad juga ada yang juara kitab maupun Qur’an tapi yang paling dikenal itu karena lingkungan hidupnya”. Acara pun dilanjutkan dengan berbagi souvenir berupa sabun deterjen dan cuci piring merk SAN3 buatan santri Al Imdad, lalu buku Cara Cepat Baca Kitab karya KH Drs Habib Abdu Syakur, M.Ag.

IMG 2896

Add a comment

Pondok pesantren merupakan lembaga pendidikan, sosial maupun agama, yang didalamnya terdapat sistem pembelajaran yang unik dan khas, yang berbeda dari lembaga lainnya. Siswanya biasa disebut dengan santri atau dalam KBBI santri adalah orang yang mendalami ilmu agama islam dengan sungguh-sungguh,  tinggal disuatu tempat yang sudah disediakan, dan dibimbing oleh guru yang biasa dikenal dengan sebutan kyai.

Sebagai lembaga pendidikan, pesantren mempunyai system yang unik, yang berberda dari lembaga pada umumnya, beberapa metode unik tersebut kerap kita kenal dengan sebutan, bandongan, sorogan, megoni kitab, lalaran, murojaah dan syawir (musyawarah).

Sebagai lembaga sosial, kehidupan dalam pesantren juga sangat  berbeda dengan kehidupan luar, pesantren seperti halnya negeri yang berdiri sendiri, yang didalamnya terdapat menteri-menteri (pengurus) yang mengurus segala ranah kehidupan santri. Meskipun demikian, pesantren tidak ketinggalan zaman. Dalam artian, pesantren juga mengimbangi zaman yang sedang berkembang, seperti zaman sekarang, zaman era distrubsi 4.0, zaman dimana semua pekerjaan digantikan oleh mesin atau teknologi. Al-Imdad sebagai model pesantren yang mengiringi perkembangan zaman dengan tidak meninggalkan khazanah pesantren salaf dan klasiknya, Al-imdad sudah menerapkan beberapa teknologi untuk kehidupan santri, seperti halnya MTs Al-Falaah sudah menggunakan absen online atau biasa disebut dengan card scanner. Dengan absen online ini santri dapat mengaksesnya dengan sangat mudah sekali, hanya dengan menempelkan kartu santri pada RFID maka kehadiran santri langsung terdekteksi secara otomatis, absen online ini memudahkan guru untuk memantau kehadiran santrinya.

Sebelumnya, al-imdad juga sudah menerapkan pembayaran brizzi atau uang elektronik, sebagai sarana santri untuk jajan dikoperasi pondok, brizzi ini juga memudahkan santri untuk mengurangi pemborosan alias ngirit, dan meminimalisir kehilangan uang. Lalu dalam waktu yang cepat pula brizzi sudah tidak digunakan lagi, brizzi sudah digantikan dengan tap cass.

Tap cass atau kartu santri yang memiliki 2 manfaat yaitu, absen dan alat pembayaran belanja yang hanya berlaku dikoperasi Al-Imdad.

Nah, jadi jangan percaya ya kalau masih ada yang bilang kalau tingal di pondok itu tidak mengenal teknolologi.  (Unaisul Fitriyani, santri/Mahasiswi PIAUD UIN SUKA).

Add a comment

Bantul-alimdad.org. Pondok Pesantren al-imdad berhasil menyabet berbagai juara dalam Lomba Festival Hari Santri Bantul 2019, lomba tersebut diadakan pada tanggal 22-25 Oktober dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2019, pada hari pertama diadakan Lomba Kirab Santri yang dilaksanakan setelah Apel Akbar di Lapangan Paseban, rute kirab berawal dari Lapangan Paseban lalu menyusuri jalan bantul ke arah utara dan finis di Masjid Agung Bantul. Dari pondok pesantren A-imdad sendiri menampilkan Bregodo Raden Santri, lalu berbagai maskot diantaranya maskot Hanoman, burung garuda, lalaran, pencak silat Pagar Nusa dan pasukan semut. Selain itu dari komplek 1 menampilkan drum band dan tari. Para peserta dengan semangat menyusuri jalan Bantul walau cuaca sangat panas.  

            Lalu rangkaian acara berlanjut dengan diadakannya Pesantren Expo yang diikuti oleh seluruh Pondok Pesantren di Kabupaten Bantul, acara dilaksanakan di Pondok Pesantren Annur Ngerukem, diacara Pesantren Expo ini setiap 1 Ponpes diberikan satu tempat (stand) untuk memajang karya-karya santri, dengan begitu seluruh Ponpes diharuskan unjuk kebolehan dalam acara ini. Ponpes Al-Imdad ikut berpartisipasi dengan menampilkan karya-karya santrinya, diantaranya : Berbagai gambar yang beraliran realis seperti wajah Gus Mus, Cak Nun, Gus Miftah dan pengasuh Ponpes Al-Imdad, Bapak Dr. KH. Habib A. Syakur, M.Ag. selain gambar ada juga berbagai bingkai yang berisi kata-kata mutiara dengan seni tipografi yang elok karya para santri yang tergabung dalam Sanggar Haa mim maupun bukan dan tentunya menambah daya tarik tersendiri bagi para pengunjung untuk mengunjungi stang. Dari Al-Imdad Farm juga ikut andil dalam expo ini dengan menyumbangkan berbagai karya seperti San3 Light yang merupakan sabun produk buatan sendiri, lalu ada berbagai hasil panen yang dipamerkan seperti bawang merah, tidak lupa berbagai pupuk organik ikut serta menambah warna stand dan tentunya pupuk-pupuk tersebut buatan santri juga.

IMG 8799

Menyabet Juara 2 kategori Stand sebagai Stand terbersih, ramai pengunjung dan aktif berkegiatan.

latipp 

Juara 2 Kirab Santri Festival Hari Santri Bantul

IMG 8864

Juara 1 Lomba Lalaran Putra


Foto Bersama Pengasuh Pondok Pesantren An-Nur Ngrukem, KH Yasin Nawawi dan Kepala Madrasah Unggulan Al-Imdad, Bapak Durori, S.pd 

Add a comment

 Pekan Olah Raga dan Seni antar Pondok Pesantren Tingkat Daerah (POSPEDA) Bantul diselenggarakan pada hari Sabtu dan Ahad, tanggal 23 dan 24 November 2019 di Pondok Pesantren Al Furqon Sanden, Bantul. Dengan mengucap syukur Alhamdulillah, Pondok Pesantren Al Imdad Putra meraih juara di 13 cabang perlombaan. Di antaranya sebagai berikut:

Juara putra

  1. 1. Juara 1 qosidah beregu putra
  2. 2. Juara 2 hadrah beregu putra
  3. 3. Juara 1 pidato Bahasa Indonesia
  4. 4. Juara 1 kaligrafi lukis
  5. 5. Juara 2 kaligrafi mushaf
  6. 6. Juara 2 silat kelas G
  7. 7. Juara 3 volly beregu putra
  8. 8. Juara 3 lompat jauh
  9. 9. Juara 2 bulu tangkis putra
  10. 10. Juara 2 tenis meja putra
  11. 11. Juara 2 pidato Bahasa Inggris
  12. 12. juara 3 stand up comedy
  13. 13. Juara 2 pidato B. Arab

pospeda2019

Sementara itu untuk Pondok Pesantren Al Imdad Putri meraih juara di 18 cabang perlombaan. Di antaranya sebagai berikut:

  1. 1. Juara 1 Pidato Bahasa inggris
  2. 2. Juara 1 Pidato Bahasa Indonesia
  3. 3. Juara 1 Qosidah Putri
  4. 4. Juara 1 Cipta dan Baca Puisi
  5. 5. Juara 1 Senam Santri
  6. 6. Juara 1 Lari 5000 M
  7. 7. Juara 1 Lari 200 M
  8. 8. Juara 2 Pidato Bahasa Arab
  9. 9. Juara 2 Lari 400 M
  10. 10. Juara 2Kaligrafi mushaf
  11. 11. Juara 3Voly
  12. 12. Juara 3 Hadroh
  13. 13. Juara 3 Kaligrafi Lukis
  14. 14. Juara 3 Bulu Tangkis
  15. 15. Juara 3 Hadang
  16. 16. Juara 3 Lompat Jauh
  17. 17. Juara 3 Lari 100
  18. 18. Juara 3 Tenis Meja

Terima kasih kami sampaikan kpd segenap Pengasuh yg selalu mendoakan dan terus membimbing santri-santri sehingga mampu memberikan hasil yg membanggakan.

Add a comment

Bantul, al-imdad.org- Rangkaian acara Hari santri Kabupaten Bantul sudah dimulai sejak tanggal 20 Oktober 2019, rangkaian acara diawali dengan Roan Akbar dengan yang diadakan serentak mulai jam 06.00 WIB di berbagai tempat di Kabupate Bantul. Bakti Sosial Santri di aliran Sungai Winongo, di berbagai Pasar Tradisonal, sepanjang Pantai Samas dan maqam para ulama. “Untuk Bakti Sosial Santri, ada beberapa jenis kegiatan diantaranya para santri sekitar seribu santri bersama saya ‘nyemplung’ ke Sungai Winongo untuk membersihkan sampah-sampah,” kata Wabup Bantul, Bapak Abdul Halim Muslih. Di Pondok Pesantren Al-Imdad sendiri juga diadakan Roan Akbar yang dilaksanakan serentak di kedua kompleknya, yaitu Al-Imdad putri komplek 1 dan Al-Imdad putra komplek 2.

 

WhatsApp Image 2019 10 20 at 11.07.12

Add a comment

Subkategori

VISI PONDOK PESANTREN AL IMDAD

 “SANTRI SALIH”

  • Santun

  • Agamis

  • Nasionalis

  • Terampil

  • Ramah

  • Inovatif dan

  • Sadar Lingkungan Hidup

 

 "MISI"

  1. Mendidik santri menjadi pribadi yang santun di manapun dan kapanpun

  2. Menghantarkan santri berilmu ke-Islam-an yang luas dan mendalam berdasar pada tradisi para ‘Ulama Negeri.

  3. Menghantarkan santri berwawasan kebangsaan yang kuat.

  4. Menghantarkan santri menjadi pribadi yang mandiri dan terampil

  5. Menumbuhkembangkan sikap ramah santri baik kepada sesama manusia maupun kepada lingkungan.

  6. Menghantarkan santri yang memiliki  pengembangan keIslaman di berbagai bidang

  7. Meningkatkan wawasan ke-Islam-an dan keilmuan yang berbasis pada lingkungan hidup.

HUKUM

 

FOTO

            kirab mts     IMG 0192    paduan suara mts2

Go to Top
Template by JoomlaShine