Berita Ponpes Al-Imdad

28 Juli  2020. Pondok Pesantren Al-Imdad ada acara Pembukaan Bimbingan Teknis dan Serah Terima Mesin/Peralatan IKM Santripreneur yang diprakrasai oleh Kementerian Perindustrian Republik Indonesia (KEMENPERIN), acara dilaksanakan secara daring (dalam jaringan) atau secara online dan offline. Acara secara serentak dilaksanakan di enam Pondok Pesantren di Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa tengah. Diantaranya adalah : Pondok Pesantren Fathul Ulum Kabupaten Jombang, Pondok Pesantren Sidogiri Kabupaten Pasuruhan, Pondok Pesantren assalafiyyah Mlangi Sleman, Pondok Pesantren Al Imdad Kabupaten Bantul, Pondok Pesantren Darul Huffazhal Al-Matin Kabupaten Sukabumi dan Pondok Pesantren Modern Assalam. Pondok-pondok pesantren tersebut menerima bantuan dari KEMENPERIN berupa mesin /peralatan IKM seperti mesin jahit, mesin obras, mesing pengolah sampah palstik dll.

IMG 20200728 WA0023

            Acara dimulai pada pukul 10.00 WIB di gedung hijau setelah KBM siswa Madrasah Tsanawiyah selesai selain itu acara juga disiarkan secara langsung melalui akun youtube Ditjen IKMA Kemenperin RI. Acara dibuka dengan membaca do’a lalu menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, Selanjutnya ada sambutan dari Kepala Dinas Perindustrian dan Energi Sumber Daya Mineral Kabupaten Sukabumi, Bapak Drs H. Aam Ammar Halim, H. Si sekaligus mewakili Kadis Perindustrian Perindustrian dan Energi Sumber Daya 5 kabupaten lainnya. Acara dilanjutkan laporan kegiatan oleh Direktur IKMA Kimia, Sandang, Kerajinan dan Industri Aneka (KSKIA) Ibu Ir. E. Ratna Utariningrum, M. Si. Setelah itu sambutan dari Pengasuh Pondok Pesantren Al-Imdad, Bapak Dr KH. Habib Abdu Syakur M. Ag mewakili 5 Pondok pesantren lainnya, disini Bapak Habib sangat mengapresiasi pemerintah karena sudah memperhatikan pesantren sebagai salah satu lembaga pendidikan tertua di Indonesia, harapan beliau kedepannya langkah pemerintah ini dapat berdampak positif bagi pondok pesantren karena kehadiran pemerintah dalam pondok pesantren sangat dibutuhkan “Masing-Masing Pondok Pesantren memiliki ciri khas, tentu saja ciri khas itu yang paling utama adalah pendidikan karakter dan pendidikan keagamaan, ibaratnya sebuah tubuh. Lembaga yang ada di Pondok Pesantren, pendidikan keagamaan dan karakter ahlaqul karimah menjadi anggota tubuh yang paling utama, kepala dan badan. Tapi kepala dan badan ini tidak akan berjalan dengan baik tanpa kaki, tanpa tangan, tanpa mata, tanpa telinga dll. Pemerintah masuk disitu untuk bagaimana bisa mengembangkan tangan, kakinya pondok-pondok pesantren agar bisa berjalan dengan baik”

IMG 20200728 WA0024

Kemudian acara dilanjutkan dengan pemutaran video proses penyerahan mesin peraltan di pondok pesantren, video berdurasi kurang lebih 5 menit tsb menampilkan berbagai mesin dan peralatan yang sudah didistribusikan ke 6 pondok pesantren. Lalu tibalah pada acara utama yaitu Sambutan dan Pengarahan dari Dirjen IKMA sekaligus membuka secara resmi kegiatan bimbingan teknis dan fasilitas mesin/peralatan WUB IKM Santripreneur oleh Ibu Gati WIbawaningsih, S. Teks, M.A “Berdasarkan data Kementerian Agama sampai Agustus 2019, jumlah pondok pesantren di Indonesia diperkirakan sebanyak 28.194 yang tersebar di seluruh provinsi dengan total santri sekitar 4.290.626 santri. Dari total 28.194 pondok pesantren, sekitar 23.331 pondok pesantren (80%) diantaranya tersebar di 4 (empat) provinsi yaitu Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah dan Banten.

Dengan jumlah pondok pesantren dan santri yang cukup besar, pondok pesantren memiliki potensi yang strategis untuk mendukung pembangunan ekonomi nasional salah satunya melalui penumbuhan wirausaha industri baru di lingkungan pondok pesantren” tutur beliau, kemudian beliau meresmikan acara Pembukaan Bimbingan Teknis dan Serah Terima Mesin/Peralatan IKM Santripreneur.

            Sampai di penghujung acara ditutup dengan do’a yang dibacakan oleh Gur Rifqi Almahmudi dari Pondok Pesantren Sidogiri Pasuruhan dan dilanjutkan sesi foto bersama secara daring dengan menerapkan protokol kesehatan covid-19.

Add a comment
 20200711 102443 WhatsApp Image 2020 07 11 at 12.36.51 AM 
20200703 144134   IMG 20200710 095619



Hal krusial untuk pesantren dalam menghadapi pandemic ini ada  pada perihal pengembalian anak ke pondok pesantren setelah stay at home beberapa bulan lalu. Proses ini tentu tidak boleh sembarangan dan harus melalui  protocol kesehatan yang sudah ditentukan  untuk virus Covid-19.  Hal ini merupakan sebuah ikhtiar dan menjadi  sesutau yang wajib dipersiapkan, agar santri yang masuk ke lingkungan pesantren tetap steril dari virus. Hal ini tentu juga telah dimusyawarahkan  oleh yayasan, pengasuh serta pihak-pihak terkiat.Hal krusial untuk pesantren dalam menghadapi pandemic ini ada  pada perihal pengembalian anak ke pondok pesantren setelah stay at home beberapa bulan lalu. Proses ini tentu tidak boleh sembarangan dan harus melalui  protocol kesehatan yang sudah ditentukan  untuk virus Covid-19.  Hal ini merupakan sebuah ikhtiar dan menjadi  sesutau yang wajib dipersiapkan, agar santri yang masuk ke lingkungan pesantren tetap steril dari virus. Hal ini tentu juga telah dimusyawarahkan  oleh yayasan, pengasuh serta pihak-pihak terkiat.Hal-hal terkait kesiapan  Pondok Pesantren Al imdad menjelang kedatangan santri sendiri sudah ditinjau langsung oleh beberapa pihak, diantaranya adalah Tim Satuan Tugas Covid-19 (SATGAS COVID-19) PWNU DI Yogyakarta yang datang pada hari jum’at untuk meninjau kesiapan asrama dan gambaran sistematika kegiatan santri-santri saat sudah kembali ke pondok . Edukasi terkait sistem pemyambutan santri juga diberikan pada pengurus pondok oleh pihak puskesmas setempat, yang dilakukan pada hari sabtu, 11 July 2020. Penyemprotan asrama karantina juga dilakukan oleh pihak Lembaga Penanggulangan Bencana NU (LPBINU) secara merata, sehingga ketika besok pada tanggal 12 Juli 2020 saat santri masuk kembali ke pondok, asrama-asrama siap untuk digunakan kegiatan belajar mengajar sekaligus isolasi.
Untuk kegiatannya seperti biasa ada bandongan dan sorogan, lalu kegiatan belajar madrasah. Pertama-tama untuk sorogan dilakukan dikamar dan disimak oleh pengurus dan didalam kegiatan itu juga diterapkan protokol kesehatan dengan cara meja sorogan diberi pembatas berupa tirai plastik bening, sehingga dari pengurus yang menyimak dan santri yang sorogan ada jarak aman, lalu pengurus yang menyimak memakai masker dan pelindung wajah (face shield) sementara santri yang sorogan diwajibkan memakai masker, demikian protokol kesehatan diterapkan semaksimal mungkin, jadi nantinya asrama digunakan untuk kegiatan mengaji, belajar, sholat dan berisitirahat. Tidak diperbolehkan keluar asrama tanpa seizin satgas covid-19 PP Al Imdad,  jika ingin keluar dari asrama untuk buang air kecil maupun air besar harus izin kepada petugas dan dibatasi jumlahnya, tidak boleh bareng.
Kegiatan belajar madrasah, kegiatan belajar dilakukan secara online, santri diperbolehkan membawa HP dengan tujuan supaya dapat belajar sembari karantina di dalam asrama, semua kegiatan efektif dilakukan di dalam asrama, untuk penggunaan hp dibatasi waktunya, saat malam tiba ketika waktunya beristirahat hp dikumpulkan dijadikan satu didalam kamar yang diawasi oleh pengurus kamar (bapak/ibu kamar) yang ikut karantina. (Afi Muhammad Noor Ma'arif)

Add a comment

Pondok pesantren merupakan lembaga pendidikan, sosial maupun agama, yang didalamnya terdapat sistem pembelajaran yang unik dan khas, yang berbeda dari lembaga lainnya. Siswanya biasa disebut dengan santri atau dalam KBBI santri adalah orang yang mendalami ilmu agama islam dengan sungguh-sungguh,  tinggal disuatu tempat yang sudah disediakan, dan dibimbing oleh guru yang biasa dikenal dengan sebutan kyai.

Sebagai lembaga pendidikan, pesantren mempunyai system yang unik, yang berberda dari lembaga pada umumnya, beberapa metode unik tersebut kerap kita kenal dengan sebutan, bandongan, sorogan, megoni kitab, lalaran, murojaah dan syawir (musyawarah).

Sebagai lembaga sosial, kehidupan dalam pesantren juga sangat  berbeda dengan kehidupan luar, pesantren seperti halnya negeri yang berdiri sendiri, yang didalamnya terdapat menteri-menteri (pengurus) yang mengurus segala ranah kehidupan santri. Meskipun demikian, pesantren tidak ketinggalan zaman. Dalam artian, pesantren juga mengimbangi zaman yang sedang berkembang, seperti zaman sekarang, zaman era distrubsi 4.0, zaman dimana semua pekerjaan digantikan oleh mesin atau teknologi. Al-Imdad sebagai model pesantren yang mengiringi perkembangan zaman dengan tidak meninggalkan khazanah pesantren salaf dan klasiknya, Al-imdad sudah menerapkan beberapa teknologi untuk kehidupan santri, seperti halnya MTs Al-Falaah sudah menggunakan absen online atau biasa disebut dengan card scanner. Dengan absen online ini santri dapat mengaksesnya dengan sangat mudah sekali, hanya dengan menempelkan kartu santri pada RFID maka kehadiran santri langsung terdekteksi secara otomatis, absen online ini memudahkan guru untuk memantau kehadiran santrinya.

Sebelumnya, al-imdad juga sudah menerapkan pembayaran brizzi atau uang elektronik, sebagai sarana santri untuk jajan dikoperasi pondok, brizzi ini juga memudahkan santri untuk mengurangi pemborosan alias ngirit, dan meminimalisir kehilangan uang. Lalu dalam waktu yang cepat pula brizzi sudah tidak digunakan lagi, brizzi sudah digantikan dengan tap cass.

Tap cass atau kartu santri yang memiliki 2 manfaat yaitu, absen dan alat pembayaran belanja yang hanya berlaku dikoperasi Al-Imdad.

Nah, jadi jangan percaya ya kalau masih ada yang bilang kalau tingal di pondok itu tidak mengenal teknolologi.  (Unaisul Fitriyani, santri/Mahasiswi PIAUD UIN SUKA).

Add a comment

IMG 2902

Bantul-al-imdad.org. Pondok Pesantren Al Imdad pada Jum’at 17/01/2019 mendapat kunjungan dari MtsN 22 jakarta dalam rangka Outing Class dan Study Banding, yang bertujuan untuk mengenalkan profil Pondok pesantren Berwawasan lingkungan hidup, sekaligus saling berbagi asprirasi. Acara dibuka dengan sambutan dari pengasuh Pondok Pesantren Al-Imdad, Bpk KH Drs Habib Abdu Syakur, M.Ag, dilanjutkan sambutan dari kepala sekolah MTsN 22 Jakarta, Bapak Drs.H. Ahmad syakur MPd. Turut hadir serta, Kepala Madrasah MTs Al-Falaah Bapak KH Ahmad Murod S.Ag dan Kepala Madrasah Aliyah Unggulan Al-Imdad Bapak Durori M.Ag, Sementara dari pihak yayasan diwakili oleh Bapak Taufiq Bukhori dan dari Koordinator Life skill hadir Bapak Agung Budi Prastawa S.P. dan Bapak Rokhman Hakim Al-Hafidz.

            Acara dimulai dengan sesi tanya jawab, pada dasarnya dari MTsN 22 Jakarta ingin mengetahui kegiatan belajar mengajar (KBM) di PP Al-Imdad.Oleh Bpk KH Drs Habib Abdu Syakur, M.Ag dijelaskan bahwa kegiatan di pondok dibagi menjadi bebrapa kegiatan, diantaranya untuk ngaji, sekolah madrasah, Madin dan kegiatan life skill. Para guru dari MTsN 22 Jakarta menanyakan bagaimana pondok membagi waktu untuk kegiatan tersebut dalam sehari, oleh bapak Agung dijelaskan bahwa untuk kegiatan life skill itu kegiatan yang bersamaan dengan jam sekolah dimana setiap bulan dalam satu hari siswa didik untuk belajar keterampilan khusus untuk bekal memasuki dunia kerja, salah satunya produksi tempe, pemeliharaan unggas, membuat sabun deterjen, membuat sabun cuci piring, menanam sayur dan memilah sampah, jadi siswa madrasah selama seharian dalam satu bulan sekali berkegiatan di luar kelas tapi tetap dihitung masuk sekolah di absensi madrasah, untuk tempt kegiatannya berada di Al-Imdad Farm (ALIF)  dusun Beji, Sendang sari, Pajangan dari pondok sekitar 1 KM ke arah barat, di ALIF kegiatannya meliputi produksi tempe, produksi deterjen, sabun cuci piring, menanam sayur dan pemeliharaan unggas, kegiatan dipantau langsung oleh Bpk Agung Budi Prastawa S.P dan didampingi para Alumni. Lalu untuk pemilahan sampah dilakukan di Pondok itu sendiri, Bapak Hakim menjelskan “pertama tama seluruh pelosok pondok dibersihkan lalu sampahnya masukkan dalam gerobak untuk dipilah di Rumah Pilah, sampah dipilah antara sampah organik dan nonrganik, untuk sampah organik yang biasanya berasal dari dapur pondok dibuat menjadi kompos untuk dijadikan pupuk untuk tanaman yang ditanam di pondok maupun di Al Imdad Farm, sementara sampah non organik dikumpulkan dalam wadah menjadi satu untuk kemudian dijual, kemudian sampah akhir yang tidak bisa dimanfaatkan lagi dibuang di TPST Piyungan. selain itu Rumah pilah juga mengadakan program pengambilan sampah dari masyarakat yang ternyata banyak masyarakat antusias mengikuti program tersebut, jadi konsepnya para santri yang mengikuti program life skill dan dari Rumah pilah mengambili sampah dari rumah-rumah warga yang ikut dalam program tersebut”

 Ternyata banyak guru MTsN 22 Jakarta yang tertarik dengan pemilahan sampah ini, pasalnya Kepala Sekolah MTsN 22 Jakarta Bapak Drs.H. Ahmad syakur MPd. mengeluhkan biaya yang tidak sedikit untuk pemeliharaan sampah disekolahnya. Bagaimana tidak, dalam sehari MTsN 22 Jakarta dapat menghasilkan sampah sebanyak 1 truk dan sampah sebanyak itu harus segera ditangani setiap harinya, jadi ada petugas yang mengambil sampah-sampah tersebut setiap harinya dan pengambilan sampah-sampah tersebut memakan biaya yang banyak, dalam sehari biaya untuk menagani sampah-sampah tersebut sebesar 1 juta rupiah, sementara KBM diadakan selama satu minggu dengan libur 1 hari setiap minggunya, jadi biaya penanganannya kira-kira mencapai 26 juta dalam setiap bulan. Berbanding balik dengan penanganan pondok yang malah dapat menghasilkan uang, sehingga dapat digunakan sebagai biaya operasional Rumah pilah untuk terus menerus memilah sampah. “Sebenarnya pada intinya itu bagaimana untuk menyadarkan para santri agar peduli terhadap lingkungan sekitar mereka, sehingga kesadaran itu akan menghasilkan generasi yang peduli dengan lingkungan. Di pondok pesantren Al Imdad bervisikan SANTRI SALIH yaitu Santun, Agamis, Nasionalis, Terampil, Ramah, Inovatif dan SAdar LIngkungan Hidup” tutur Bapak Hakim. Bapak Agung menambahkan “Kalau pondok-pondok lain terkenal dengan juara kitabnya, Qur’annya dan lain lain, Di Al Imdad juga ada yang juara kitab maupun Qur’an tapi yang paling dikenal itu karena lingkungan hidupnya”. Acara pun dilanjutkan dengan berbagi souvenir berupa sabun deterjen dan cuci piring merk SAN3 buatan santri Al Imdad, lalu buku Cara Cepat Baca Kitab karya KH Drs Habib Abdu Syakur, M.Ag.

IMG 2896

Add a comment

 Pekan Olah Raga dan Seni antar Pondok Pesantren Tingkat Daerah (POSPEDA) Bantul diselenggarakan pada hari Sabtu dan Ahad, tanggal 23 dan 24 November 2019 di Pondok Pesantren Al Furqon Sanden, Bantul. Dengan mengucap syukur Alhamdulillah, Pondok Pesantren Al Imdad Putra meraih juara di 13 cabang perlombaan. Di antaranya sebagai berikut:

Juara putra

  1. 1. Juara 1 qosidah beregu putra
  2. 2. Juara 2 hadrah beregu putra
  3. 3. Juara 1 pidato Bahasa Indonesia
  4. 4. Juara 1 kaligrafi lukis
  5. 5. Juara 2 kaligrafi mushaf
  6. 6. Juara 2 silat kelas G
  7. 7. Juara 3 volly beregu putra
  8. 8. Juara 3 lompat jauh
  9. 9. Juara 2 bulu tangkis putra
  10. 10. Juara 2 tenis meja putra
  11. 11. Juara 2 pidato Bahasa Inggris
  12. 12. juara 3 stand up comedy
  13. 13. Juara 2 pidato B. Arab

pospeda2019

Sementara itu untuk Pondok Pesantren Al Imdad Putri meraih juara di 18 cabang perlombaan. Di antaranya sebagai berikut:

  1. 1. Juara 1 Pidato Bahasa inggris
  2. 2. Juara 1 Pidato Bahasa Indonesia
  3. 3. Juara 1 Qosidah Putri
  4. 4. Juara 1 Cipta dan Baca Puisi
  5. 5. Juara 1 Senam Santri
  6. 6. Juara 1 Lari 5000 M
  7. 7. Juara 1 Lari 200 M
  8. 8. Juara 2 Pidato Bahasa Arab
  9. 9. Juara 2 Lari 400 M
  10. 10. Juara 2Kaligrafi mushaf
  11. 11. Juara 3Voly
  12. 12. Juara 3 Hadroh
  13. 13. Juara 3 Kaligrafi Lukis
  14. 14. Juara 3 Bulu Tangkis
  15. 15. Juara 3 Hadang
  16. 16. Juara 3 Lompat Jauh
  17. 17. Juara 3 Lari 100
  18. 18. Juara 3 Tenis Meja

Terima kasih kami sampaikan kpd segenap Pengasuh yg selalu mendoakan dan terus membimbing santri-santri sehingga mampu memberikan hasil yg membanggakan.

Add a comment

Subkategori

VISI PONDOK PESANTREN AL IMDAD

 “SANTRI SALIH”

  • Santun

  • Agamis

  • Nasionalis

  • Terampil

  • Ramah

  • Inovatif dan

  • Sadar Lingkungan Hidup

 

 "MISI"

  1. Mendidik santri menjadi pribadi yang santun di manapun dan kapanpun

  2. Menghantarkan santri berilmu ke-Islam-an yang luas dan mendalam berdasar pada tradisi para ‘Ulama Negeri.

  3. Menghantarkan santri berwawasan kebangsaan yang kuat.

  4. Menghantarkan santri menjadi pribadi yang mandiri dan terampil

  5. Menumbuhkembangkan sikap ramah santri baik kepada sesama manusia maupun kepada lingkungan.

  6. Menghantarkan santri yang memiliki  pengembangan keIslaman di berbagai bidang

  7. Meningkatkan wawasan ke-Islam-an dan keilmuan yang berbasis pada lingkungan hidup.

HUKUM

 

FOTO

            kirab mts     IMG 0192    paduan suara mts2

Go to Top
Template by JoomlaShine