WhatsApp Image 2020-09-08 at 06.19.10.jpeg

Pengasuh PP Al-Imdad, Dr. KH. Habib Abdus Syakur diundang sebagai barasumber Workshop Metode Cepat Membaca Kitab Kuning di IAIN Surakarta. Pelatihan dilaksanakan selama satu hari, pelatihan berdasarkan dari materi kitab cara cepat baca kitab dan Metode 33. Awal beliau menulis kitab ini karena keprihatinannya pada para santri yang kesusah belajar membaca kitab, sudah bertahun-tahun mondok lama tapi belum lancar bahkan belum bisa membaca kitab dengan baik dan benar, menurut Beliau bahasa itu merupakan keterampilan jadi harus diasah teru menerus agar dapat dikuasai dengan baik dan benar. Akhirnya dari situ terwujud lah Buku Metode 33 dan Cara cepat baca kitab.

WhatsApp Image 2020-09-08 at 06.19.09.jpeg

Metode pembelajaran tebagi menjadi 3 macam, yaitu : yang pertama pembelajaran kosakata, memperlajari kosakata yang ditentukan karena tidak semua kosakata dalam bahasa arab keluar dalam kitab maka untuk keefektifan hanya mempelajari kosakata yang paling sering keluar. Yang kedua pembelajaran kaidah, kaidah tidak selalu mengambil kaidah tata bahasa arab yang sudah ada, akan tetapi kaidah ada yang hubungannya dengan tulisan dan cara membacanya juga dimasukkan. Misal, kata sandang al yang terbagi menjadi al qamariyyah dan al syamsiyyah. Yang ketiga pembelajaran praktek, jika sudah mumpuni secara teori maka harus diimbangi dengan praktek sehingga perkembangan yang dihasilkan akan menjadi sangat signifikan, cara prakteknya dengan membaca tanpa harakat, membaca sesuai dengan inotasi, menerjemah dengan baik dan benar, menyebutkan status kata sesuai kaidah yang telah diketahui .  

Add a comment

WhatsApp Image 2020-09-06 at 11.41.35.jpeg

Minggu, 6 September 2020. Pondok pesantren Al Imdad ada acara pengembalian santri tahap 3, dikarenakan sudah memasuki era new normal, maka kegiatan pondok pun semestinya bisa kembali seperti sedia kala tapi dengan ditambahi beberapa protokol baru untuk menunjang new normal. Pada pengembalian tahap 3 ini santri yang masih berada di rumah rata-rata berasal dari luar DIY, Jawa dan luar pulau Jawa.

Proses pengembalian santri tahap 3 juga diterapkan protokol kesehatan untuk mencegah adanya kemungkinan virus covid-19, dengan cara ketika santri kembali ke pondok harus bersama walinya dan menggunakan kendaraan pribadi, ketika sampai pondok barang-barang yang dibawa disemprot dengan disinfektan, lalu santri diharuskan membawa surat keterangan karantina dari RW/RT, surat kesehatan dan surat hasil rapid test bagi yang berdomisili luar DIY. Tujuannya untuk meminimalisir kemungkinan adanya virus covid-19 yang masuk ke pondok.

Setelah santri berada di pondok, nantinya para santri akan dikarantina selama 14 hari. Selama itu semua kegiatan efektif berjalan di asrama, mulai dari mengaji, madrasah, bandongan, sorogan, sholat berjamaah dan makan. Para santri hanya diperkenankan keluar asrama dengan seizin penanggung jawab asrama dan ada waktu khusus keluar yaitu ketika senam pagi, yang dimulai pada jam 6 WIB. Senam diadakan agar kesehatan para santri tetap terjaga dan memperbanyak gerak, sehingga tidak suntuk berada dikamar terus menerus.

Ketika karantina efektif berjalan selama 14 hari, kemudian akan diadakan test kesehatan untuk mengecek kembali perkembangan para santri, semacam test rapid.

Add a comment

HUKUM

 

No result.

FOTO

            kirab mts     IMG 0192    paduan suara mts2

Go to Top
Template by JoomlaShine