Malam Nisfu Sya’ban 1444 H jatuh pada hari Selasa malam Rabu, tanggal 7 Maret 2023. Hal ini sesuai dengan ketetapan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) bahwa 1 Sya’ban 1444 H bertepatan dengan 22 Februari 2023 M.
Sebagai mana yang diajarkan oleh para guru dan sudah masyhur di kalangan khalayak ramai, bahwa malam Nisfu Sya’ban memiliki beberapa keistimewaan. Di antaranya adalah, Allah SWT akan mengampuni dosa orang yang meminta ampun pada malam itu, Allah mengasihi orang yang meminta kasih, Allah menjawab do’a orang yang meminta, Allah melapangkan penderitaan orang susah dan Allah membebaskan sekelompok orang dari neraka. Karena itu, umat Islam sangat dianjurkan untuk memaksimalkan kesempatan ini untuk mendapatkan ridla dan ampunan dari Allah SWT.
Berikut ini tiga amalan yang dianjurkan pada Malam Nisfu Sya’ban:
- Membaca Yasin Tiga Kali Setelah Maghrib di Malam Nisfu Sya’ban.
Membaca Surat Yasin di malam Nisfu Sya’ban dapat membawa keberkahan bagi pembacanya. Bacaan yang pertama diniatkan untuk memohon dipanjangkan umurnya dalam kondisi taat dan patuh kepada Allah SWT. Bacaan kedua, diniatkan untuk menolak bala seumur hidup dan dilancarkan rezeki yang halal. Bacaan ketiga, diniatkan untuk meminta anugerah wafat dalam keadaan husnul khotimah. Di akhir dari masing-masing bacaan dianjurkan membaca doa ini:
بسم الله الرحمن الرحيم
وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمـَّدٍ وَعَلَى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ اللّٰهُمَّ يَا ذَا الْمَنِّ وَلَا يُمَنُّ عَلَيْكَ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالإِكْرَامِ يَا ذَا الطَوْلِ وَالإِنْعَامِ لَا إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ ظَهْرَ اللَّاجِيْنَ وَجَارَ المُسْتَجِيْرِيْنَ وَمَأْمَنَ الخَائِفِيْنَ
اللّٰهُمَّ إِنْ كُنْتَ كَتَبْتَنِيْ عِنْدَكَ فِيْ أُمِّ الكِتَابِ شَقِيًّا أَوْ مَحْرُومًا أَوْ مَطْرُوْدًا أو مُقَتَّرًا عَلَيَّ فِي الرِزْقِ، فَامْحُ اللّٰهُمَّ بِفَضْلِكَ فِي أُمِّ الكِتَابِ شَقَاوَتِي وَحِرْمَانِي وَطَرْدِيْ وَاقْتِتَارَ رِزْقِيْ، وَأَثْبِتْنِيْ عِنْدَكَ فِي أُمِّ الكِتَابِ سَعِيْدًا مَرْزُوْقًا مُوَفَّقًا لِلْخَيْرَاتِ فَإِنَّكَ قُلْتَ وَقَوْلُكَ الْحَقُّ فِيْ كِتَابِكَ المُنَزَّلِ عَلَى نَبِيِّكَ المُرْسَلِ: “يَمْحُو اللهُ مَا يَشَاءُ وَيُثْبِتُ وَعِنْدَهُ أُمُّ الكِتَابِ”
إِلَهِيْ بِالتَّجَلِّي الأَعْظَمِ، فِي لَيْلَةِ النِّصْفِ مِنْ شَهْرِ شَعْبَانَ المُكَرَّمِ، الَّتِي يُفْرَقُ فِيْهَا كُلُّ أَمْرٍ حَكِيْمٍ وَيُبْرَمُ، أَسْأَلُكَ أَنْ تَكْشِفَ عَنَّا مِنَ الْبَلَاءِ مَا نَعْلَمُ وَمَا لَا نَعْلَمُ، وَمَا أَنْتَ بِهِ أعْلَمُ، إِنَّكَ أَنْتَ الْأَعَزُّ الْأَكْرَمُ، وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمـَّدٍ وَعَلَى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ
- Memperbanyak Doa
Anjuran ini didasarkan pada hadits riwayat Abu Bakar bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda yang artinya: “(Rahmat) Allah SWT turun ke bumi pada malam Nisfu Sya’ban. Dia akan mengampuni segala sesuatu kecuali dosa musyrik dan orang yang di dalam hatinya tersimpan kebencian (kemunafikan),” (HR Al-Baihaqi).
- Memperbanyak istighfar
Hadits Rasulullah SAW: “Apabila tiba malam Nisfu Sya’ban, maka malaikat berseru menyampaikan dari Allah: adakah orang yang memohon ampun maka aku ampuni, adakah orang yang meminta sesuatu maka aku berikan permintaannya.” (HR al-Baihaqi dalam Syu’ab al-Iman).
Tidak ada satu pun manusia yang bersih gelimang dosa dan alpa. Namun demikian, Allah SWT senantiasa membuka pintu ampunan kepada hamba-hamba-Nya. Karena itu, meminta ampunan (istighfar) menjadi amalan yang patut kita langgengkan dengan tujuan agar mendapatkan ampunan Allah Ta’alaa.
Sayyid Muhammad bin Alawi dalam sebuah kesempatan menjelaskan, “Istighfar merupakan amalan utama yang harus dibiasakan orang Islam, terutama pada waktu yang memiliki keutamaan, seperti Sya’ban dan malam pertengahannya. Istighfar dapat memudahkan rezeki, sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur’an dan hadits.”
Demikian sekilas terkait amalan di Malam Nisfu Sya’ban, semoga bermanfaat.
