Search for:
Campus Visit di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Sejumlah 68 Siswa dan Siswi Kelas XII MA Unggulan Al-Imdad Bantul mengikuti kegiatan Campus Visit ke Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta dan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) pada Kamis (09/03). Dalam kegiatan ini, mereka ditemani 8 Bapak/Ibu pendamping baik dari MA Unggulan Al-Imdad maupun dai Kantor Sekretariat Yayasan PP Al-Imdad Bantul.

Sekira pukul 09.00 WIB, rombongan Siswa-Siswi MA Unggulan Al-Imdad tiba di Kampus Putih UIN Sunan Kalijaga dan disambut dengan baik oleh Wahyu Setyaningsih, S.H., MM., dan Doni Tri Wijayanto, S.I.Kom., dan Dra. Weni Hidayati dari Tim Humas UIN Sunan Kalijaga, dan diarahkan untuk memasuki tempat pertemuan di Gedung Convention Hall UIN Sunan Kalijaga.

Tak lama berselang, ikut bergabung Bapak KH. Dr. M. Habib Abdus Syakur, M.Ag., Pengasuh PP Al-Imdad yang juga Dosen di Fakultas Adab dan Budaya UIN Suka Yogyakarta, untuk menyapa rombongan siswa-siswi Kelas XII MA Unggulan Al-Imdad Bantul.

Kegiatan kunjung kampus di UIN ini kemudian diawali dengan pembukaan oleh Doni Tri Wijayanto, diikuti dengan sambutan dari MA Unggulan Al-Imdad Bantul yang disampaikan langsung oleh Kiai Habib. Dalam sambutannya Kiai Habib menyampaikan, “Sebenarnya, kedatangan anak-anak ke UIN ini hanya menyambung hubungan akrab yang sudah lama terjalin. Karena beberapa alumni kita sudah melanjutkan pendidikannya di UIN sini.”

“Bahkan, Waka Kesiswaan MA Unggulan Al-Imdad, Bu Yayuk Afifah, juga alumni Fakultas Tarbiyah dan Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga,” lanjut Kiai Habib. “Beberapa pendamping yang hadir juga dari sini, ada yang lulusan Fakultas Dakwah, Ushuluddin dan Syariah. Artinya, kedatangan anak-anak ke UIN kali ini murni agar membuat mereka semakin kenal UIN secara langsung, sehingga semakin yakin untuk melanjutkan studinya di UIN.”

Sementara itu, dalam sambutannya, Wahyu Setyaningsih, S.H., MM. dari Tim Humas UIN Sunan Kalijaga menyampaikan ucapan selamat datang dan terimakasih atas kunjungan siswa-siswi Kelas XII MA Unggulan Al-Imdad Bantul. “Saya juga menyampaikan permintaan maaf dari para pimpinan kampus yang berhalangan hadir di kesempatan ini dikarenakan kesibukan beliau-beliau belakangan ini,” jelas Wahyu Setyaningsih.

“Menyambung apa yang disampaikan Pak Kiai Habib tadi, sedikit-banyak siswa-siswi MA Unggulan Al-Imdad tentunya sudah mengenal UIN. Sehingga nanti kami mungkin hanya akan menyampaikan informasi tambahan terkait proses penerimaan mahasiswa baru saja,” ujar Wahyu Setyaningsih di bagian akhir sambutannya. “Nanti, pemaparan lebih lanjut terkait proses PMB UIN Sunan Kalijaga nanti akan disampaikan oleh Mas Doni.”

Selanjutnya, karena Kiai Habib sedang ada acara lain di tempat terpisah, acara saling serah cindera mata antara MA Unggulan Al-Imdad dan UIN Sunan Kalijaga pun dilakukan lebih awal antara Kiai Habib dan Ibu Wahyu Setyaningsih.

Dalam sesi selanjutnya, Doni Tri Wijayanto pun mulai memaparkan informasi tambahan terkait proses PMB UIN Sunan Kalijaga. Doni membuka sesi ini dengan menghadirkan sedikit kejutan bagi semua yang hadir saat ia mnyatakan, “Saya ini sebetulnya juga adalah alumni Al-Imdad.”

Belum hilang rasa penasaran di kalangan rombongan, Doni melanjutkan, “Saya dulu ikut mengaji di TPA Al-Imdad, setiap sore. Waktu itu saya masih menetap di daerah Ngentak Kauman. Sekarang saya sudah berdomisili di Palbapang, Bantul.”

Sepanjang Doni mnyampaikan materinya, mulai dari akreditasi Unggul yang diterima UIN, hingga prestasi UIN sebagai Peringkat 16 Internasional dan Peringkat 1 Nasional kategori perguruan tinggi agama Islam, tampak antusiasme dari rombongan siswa dan siswi MA Unggulan Al-Imdad tetap terjaga. Ini terbukti dari banyaknya peserta yang mengajukan pertanyaan terkait proses PMB UIN Sunan Kalijaga, mulai dari jurusan yang tepat, hingga jenis jalur masuk dan jenis-jenis beasiswa yang tersedia di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Campus Visit di UIN Sunan Kalijaga dianggap cukup saat waktu menunjukkan pukul 11.00 WIB. Selanjutnya, rombongan bergerak menuju Universitas Negeri Yogyakarta.

 

Liputan dan Editor: M. Yusuf