Search for:
Pembekalan PMS dan Pendidikan dan Latihan Ke-Aswaja-an

Pengabdian Masyarakat Santri (PMS) merupakan salah satu syarat kelulusan bagi siswa-siswi Kelas 12 MA Unggulan Al-Imdad di Pondok Pesantren Al-Imdad. PMS dilaksanakan satu bulan penuh selama Bulan Ramadhan sampai Hari Raya Idul Fitri. Tujuan dari diadakannya program ini adalah untuk menyiapkan generasi santri yang siap hidup, unggul dan mampu berpartisipasi membimbing masyarakat. Karenanya, program PMS ini dipandang sangat penting sebagai bekal bagi para santri sebelum kelak benar-benar terjun di tengah masyarakat.

Program PMS di Pondok Pesantren Al-Imdad sudah berjalan sejak kelulusan angkatan pertamanya di tahun 2015 yang lalu. Setiap tahunnya, para santri Kelas 12, baik putra maupun putri, diterjunkan di beberapa desa di Kabupaten Bantul, Klaten, dan Gunung Kidul. Akan tetapi, di tahun 2023 ini, disebabkan adanya program Ujian Asesmen Madrasah (AM) di tengah Bulan Ramadhan, program PMS dilaksanakan di dalam lingkup pondok pesantren.

Dalam pelaksanaan PMS di tahun 2023 ini, para santri putra maupun putri terlebih dahulu mengikuti kegiatan Pembekalan Pengabdian Masyarakat Santri yang diadakan selama dua hari di Komplek Putra PP Al-Imdad yang berlokasi di Dusun Kedung Guwosari Pajangan Bantul. Adapun materi dari pembekalan tersebut meliputi public speaking, unggah-ungguh laden lan sowan, pranoto adicoro, workshop Al-Qur’an, media pembelajaran anak, fiqih ibadah dan zakat, serta pemulasaran jenazah. Kegiatan pembekalan ini diampu oleh pemateri yang ahli dalam bidangnya, sehingga santri-santri mendapatkan ilmu dan pengetahuan yang cukup untuk diterapkan di masyarakat.

“Dalam pembekalan ini, kami memang sengaja mengundang para pemateri yang berkompeten di bidangnya masing-masing, dengan harapan materi yang disampaikan betul-betul mampu membekali para santri,” ujar Ketua Panitia Kegiatan PMS, Kiai Rochman Khakim.

Selain mendapatkan materi pembekalan, para santri diarahkan untuk melakukan praktek di hadapan pemateri dan teman-temannya, sehingga mereka benar-benar mampu menerapkan apa yang sudah disampaikan oleh pemateri. Selain itu, para santri juga diharapkan menjadi terlatih dari sisi mental sehingga terbiasa untuk berhadapan dengan orang banyak.

“Mental untuk maju dan tampil di hadapan banyak orang itu juga membutuhkan latihan, karena mental itu tidak kalah pentingnya bagi orang-orang yang berhubungan dengan masyarakat,” imbuh Muhammad Irfan Faziri, salah satu staf Yayasan Pondok Pesantren Al-Imdad.

Selanjutnya, di penghujung kegiatan proses pembekalan PMS, para santri mengikuti kegiatan Pendidikan dan Latihan Ke-Aswaja-an. Kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan menyiapkan kader santri Nahdlatul ‘Ulama. Semua materi yang disampaikan dalam kegiatan ini berkaitan dengan NU, di antaranya adalah Sejarah NU dan Aswaja, Pelatihan Kepemimpinan dan Keorganisasian, NU Aswaja dan Indonesia, dan lain-lain.

Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari sejak Jum’at sore (8/4) hingga Ahad (10/4) dini hari. Kegiatan ini lantas dipungkasi dengan acara pembaiatan, yang menjadi inti dari rangkaian kegiatan Pendidikan dan Latihan Ke-Aswaja-an tersebut. Dalam pembaiatan ini, para santri menyatakan sumpah setia kepada pondok pesantren, organisasi Nahdlatul ‘Ulama serta Negara Kesatuan Republik Indonesia, dengan cara membaca ikrar secara bersamaan dalam keadaan suci.

“Pembaiatan kami adakan di tempat terbuka diselimuti gelapnya suasana dini hari, yaitu Lapangan Bungsing, agar para santri benar-benar dapat merasakan suasana kesakralannya,” terang Kiai Rochman Khakim. “Sebelum para santri sampai di lokasi pembaiatan, mereka diminta berjalan dan melewati beberapa pos, untuk menerima pertanyaan-pertanyaan dari panitia dengan maksud agar mereka mengingat kembali dengan materi yang sudah disampaikan sejak awal.”

“Sampai di pos terakhir, para santri kemudian ditutup matanya dan dibimbing oleh panitia untuk melantunkan shalawat secara bersamaan dan mendengarkan nasehat-nasehat dari panitia,” pungkas Kiai Rochman Khakim, selaku Ketua Panitia kegiatan.

Pembaiatan ini berlangsung hingga pukul 03.00 dini hari dan dilanjutkan dengan sahur bersama yang diikuti oleh peserta dan panitia. Dengan demikian, melalui kegiatan Pembekalan PMS dan Pendidikan dan Latihan Ke-Aswaja-an tersebut, diharapkan para santri mampu bermasyarakat dengan baik serta memiliki ilmu yang mumpuni untuk berjuang di jalan Nahdlatul ‘Ulama setelah lulus dari Pondok Pesantren Al-Imdad.

Kontributor: Hanif TT

Editor: Tim Redaksi