Search for:

BANTUL – Pondok Pesantren Al-Imdad Bantul mengirim sebanyak 9 peserta dari 49 peserta Kafilah yang dikirim oleh Propinsi DIY ke dalam  Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK) tingkat nasional tahun 2023 di Pesantren Sunan Drajat Kabupaten Lamongan Provinsi Jawa Timur, pada tanggal 10-18 Juli mendatang.

MQKN Tahun 2023 sebagai ajang lomba/musabaqah antar santri pondok pesantren se Nusantara dalam membaca, memahami, dan mengungkapkan kandungan kitab kuning secara komprehensif.

Adapun Para peserta Utusan dari Pondok Pesantren Al-Imdad adalah:

Marhalah Ula

  1. Muhammad Syahrul Ibad (Kitab Khulasoh Nurul Yaqin)
  2. Favian Anargya Reswara (Kitab Washoya)

Marhalah Wustho

  1. Muhammad Irsyad Imaduddin. ( Kitab Nurul Yaqin)
  2. Naruta Bimantara. (Kitab Risalah Ahlussunnah wal Jamaah)

Marhalah Ulya

  1. Muhammad Fathan Masruri (Kitab Minhajul ‘Abidin /Pa)
  2. Azalia Nanda Bahy ( Kitab Minhajul Abidin/ Pi)
  3. Muhammad Mauludul Fadilah (Kitab Jauharul Maknun /Pa)
  4. Fatimah Azzahra (Kitab Jauharul Maknun / Pi)
  5. Muhammad Ilmi Mubarok (Kitab Ghoyatul Wusul)

Direktur Pendidikan, dan Pengasuh Pondok Pesantren Al-Imdad , Dr. KH. Habib A Syakur, M.Ag Sangat Optimis,  bahwa peserta dari Pondok Pesantren Al-Imdad sudah siap memberikan penampilan terbaiknya pada ajang bergengsi tahunan ini, begitu juga peserta yang lain utusan kafilah D.I.Y semua telah dipersiapkan secara matang, sehingga nantinya akan membawa hasil yang terbaik untuk Propinsi D.I.Y.

‘’Para peserta telah melaksanakan berbagai persiapan secara maksimal mulai dari Bimbingan  yang dimulai  jam 08:00 s/d jam 23:00 Setiap harinya sejak 2 bulan yang lalu,. Sehingga kemampuan mereka kian terasah,’’ Ungkap salah satu Pembimbing “ Ustad Fahmi Totu

Selain itu, peserta juga diminta untuk mempersiapkan fisik dan mental. Niat Utamanya adalah mencari Ilmu dan pengalaman, kemenangan adalah nomor dua, Ini penting, agar Ketika maju dalam perlombaa mempunyai rasa Percaya Diri  dan tidak grogi. Kemudian juga berdoa agar diberi kelancaran bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan Yuri saat perlombaan,’’.

“Kami juga meminta doa dan dukungan dari para masyayekh Pengasuh pondok dan para Pengurus. Agar harapan kita bersama bisa tercapai, dan peserta menampilkan kemampuan terbaiknya,’’ harapnya.

Pada gelaran MQKN tahun ini, mengambil tema, ‘Rekontekstualisasi Turats untuk Peradaban dan Kerukunan Indonesia.

Kegiatan ini bertujuan untuk memotivasi dan meningkatkan kemampuan santri dalam melakukan kajian dan pendalaman ilmu-ilmu agama Islam bersumber kitab kuning sebagai bagian dari proses kaderisasi ulama dan tokoh masyarakat di masa depan.

‘’Ajang bergengsi ini juga bertujuan terjalinnya silaturahmi antar pondok pesantren seluruh Indonesia dalam rangka terwujudnya persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia,’’.

Kontributor: Media Al-imdad